Pilgub Sumut
Kisah Djarot Nyaris Tergoda Kena Rayuan Maut Mahasiswinya Sampai Sebut Astaghfirullah
Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat mengulas pengalamannya ketika menjadi dosen
Ia menghindari konflik kepentingan dengan para mahasiswanya.
"Kalau saya menyetujui permintaan cewek itu, wah, saya gak akan dipercaya mahasiswa saya lagi," katanya.
Bagi Ketua DPP PDIP itu, kejujuran didapat dari bimbingan neneknya.
"Dulu saya tinggal dengan nenek saya, beliau orang kuno tetapi mengajarkan saya kejujuran. Bila ada mahasiswa yang datang ke rumah untuk mencari saya dan membawa bungkusan pasti dibuangnya ke tempat sampah," katanya.
Pernah suatu ketika, ujar Djarot seorang mahasiswa membawakan amplop putih yang menurutnya berisi uang.
"Ketika dibuang ke tempat sampah, lucunya si mahasiswa ini mengambil kembali amplop tersebut dari tempat sampah itu," katanya.
Masalah ujian juga tak luput dari pengawasan Djarot.
Pada waktu itu, ia memberikan pilihan kepada para mahasiswanya untuk jujur dan mengaku secara objektif bila tidak bisa menjawab soal yang diberikannya.
"Mendingan lapor kepada saya kalau tidak dapat, saya akan cari solusinya. Ketimbang menipu diri sendiri, dan para mahasiswa saya patuh akan hal itu," ungkapnya.
(cr7/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/djarot-saiful_20180329_190857.jpg)