Samosir Negeri Kepingan Surga Minim Infrastruktur, Jalan Buat Sendiri Listrik Pun Tak Ada

Kesejahteraan sejumlah warga di Samosir dan kemapanan infrastruktur justru tak semanis Keindahan Pulau Samosir

Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Keseharian Efariani Simbolom pada malam hari terpaksa belajar dalam kondisi gelap-gelapan di Dusun III Simboln Purba, Samosir julukan Negeri Indah Kepingan Surga 

Seperti diceritakan Efariani Simbolon, bocah perempuan kelas 6 SD.

Mereka juga kesulitan dalam hal mendapatkan air bersih. Harus berjalan menjinjing ember berisi air beratus-ratus meter.

Jalan yang mereka bangun sendiri juga tidak sempurna untuk dilalui kendaraan. Untuk dapat tiba di sekolah, Efariani dan anak-anak seusianya juga harus melewati jalan berlumpur dengan berjalan kaki.

Sedangkan pada malam harinya, Efariani terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Selain tidak memancarkan cahaya, lampu tersebut juga bahkan mengganggu kenyamanan Efariani. 

Polusi asap lampu teplok yang pedih harus mereka hirup tiap malam. Kesehariannya pada malam hari terpaksa belajar dalam gelap-gelapan.

Menurut Efariani yang semarga dengan negarawan, tokoh PRRI Kolonel Maluddin Simbolon ini, Desa mereka tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah.

Baik Pemkab Samosir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau pun Pemerintah Pusat. Sejak Indonesia dinyatakan merdeka, desanya begitu-begitu saja dan jauh tertinggal dengan daerah lainnya

Kepada Tribun-Medan.com, Efariani gadis kelas 6 SD ini berharap agar Presiden Jokowidodo camur tangan langsung dengan keberadaan desanya yang menurutnya ditinggalkan. Alasanya, Pemkab Samosir tidak pernah memberikan perhatian ke Desa mereka. (Cr1/tribunmedan)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved