Viral Medsos

Heboh! Pria Ini Disebut Ingin Menikahi Perempuan Semarganya, Sesama Parna, Begini Hukum Adatnya

Netizen terutama dari kalangan suku Batak dihebohkan dengan postingan akun Facebook Noel J Tamba, Minggu (6/5/2018).

Tayang:
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Facebook.com

Rusia Nni Sany Angel: Semoga abang ini benar2 sadar skarang dan tidak menjual marganya lagi dan smoga tidak akan ada lagi hal yg sperti ini. Denggan2 ma dipasingot2 abang i. Tuhan memberkati.

Pendi Stangli: Ai pardia do sibbolon on dohot si tabba on asa lao jo au majjuppai bapana dohot inanggna lokma marharugian au alana on dang alani cinta alai alani tuak do on asa boi terjadi on makana jolma te do i.

Pak Jhon SimbolonSetuju bangat, molo marga Parna tung naso jadi marsiolian songon na nidokni oputta sijolo jolo tubu di diape maringan di bagasan portibion manang ahape agamana Parna tetap Parna. Alai molo marga Siagian boido mangalap boru Parna sotung di lagai hamu..

Hingga berita ini diunggah Tribun-Medan.com, belum ada konfirmasi dari sipengunggah foto dan video, di daerah mana sebenarnya kisah ini dan soal tanggapan raja-raja adat. 

Kenapa rencana perkawinan pasangan kekasih ini bisa viral, dan apa itu Parna?

Pomparan ni si Raja Naiambaton biasa disingkat menjadi PARNA.

Parna adalah marga-marga yang dipercayai sebagai keturunan dari Raja Naiambaton yang karenanya tidak boleh menikah satu dengan yang lainnya.

Hal ini dipertegas dalam tulisan-tulisan pustaha Batak yang berbunyi:

“Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru” dalam bahasa Batak Toba, yang dapat diartikan dengan ”Keturunan Raja Naiambaton adalah sama-sama pemilik putra dan putri."

Dalam arti lebih luas lagi dapat diartikan bahwa ”Putra-putri keturunan marga-marga Naiambaton tidak boleh menikah satu sama lain.”

Jika tetap ada memaksakan pernikahan, dalam hal ini, maka dia dihukum secara tatanan adat dan sosial.

Pasangan yang menikah semarga Parna ini tidak bisa dinikahkan secara adat dan agama nasrani. 

Yang menyedihkannya lagi, keturunan mereka yang memaksakan pernikahan ini yang menanggung akibatnya, baik soal tatanan hidup di masyarakat di kemudian hari. Karena sesama suku Batak, di awal perkenalan pasti ditanya dan diperkenalkan terlebih dahulu marganya. Selanjutnya ditanya boru dari Ibu kandung yang melahirkannya. 

Bahkan, percaya atau tidak percaya, pernikahan sesama marga Parna ini disebutkan pula akan menghasilkan keturunan yang mengidap kelainan (tidak normal). 

Dari berbagai sumber menyatakan, bahwa Raja Naiambaton merupakan keturunan keenam dari Raja Batak, seperti berikut: Raja Batak memperanakkan Guru Tateabulan, memperanakkan Raja Isumbaon, memperanakkan Tuan Sorimangaraja, memperanakkan Raja Asiasi, memperanakkan Sangkaisomalindang, dan memperanakkan Raja Naiambaton.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved