Bom Gereja di Surabaya

Paus Fransiskus Doakan Korban Bom Surabaya, Nasihatnya: Hadapi Bukan dengan Kebencian

ketika menghadapi kekerasan, bukan memakai kebencian, melainkan dengan semangat rekonsiliasi dan persaudaraan

7sky.life
Pemimpin gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus berdoa. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus menyampaikan turut berdukacita atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka warga Indonesia dalam ledakan di tiga gereja pada lokasi terpisah di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

“Secara khusus, saya merasa dekat dengan rakyat Indonesia tercinta, terutama dengan umat Kristen di Surabaya yang terluka karena serangan di tempat ibadahnya,” tutur Paus dikutip Tribun-Medan.com dari Vatican News.

Paus menyampaikan ucapakan dukacita saat mengikuti Doa Maria Ratu Surga (Regina Coeli) mingguan di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu.

Paus mengajak umat Katolik untuk berdoa, “Marilah bersama-sama, kita memanggil Allah yang damai, agar Dia dapat mengakhiri seluruh aksi kekerasan.”

Baca: Terungkap Identitas Pengebom Bunuh Diri, 6 Orang dari Satu Keluarga; Ayah-Ibu & 4 Anak, Ini Namanya

Baca: Presiden Jokowi Keluarkan Pernyataan Terkait Aksi Teror di Surabaya

Baca: Nathan (8) Susul Abangnya Evan (11) Korban Tewas Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela

Baca: Inilah Sejumlah Terduga Teroris yang Ditangkap Maupun yang Tewas dari Rentetan Kisruh Mako Brimob!

Polisi mengungkap pelaku bom bunuh diri di Surabaya, Minggu (13/5/2018) adalah satu keluarga, yakni Dika Supriyanto (48), sebagai ayah, dan Puji Kuswati, istrinya, serta empat anak-anak mereka.
Polisi mengungkap pelaku bom bunuh diri di Surabaya, Minggu (13/5/2018) adalah satu keluarga, yakni Dika Supriyanto (48), sebagai ayah, dan Puji Kuswati, istrinya, serta empat anak-anak mereka. (HO/Polda Jawa Timur)

“Saya sertakan dalam doa saya, bagi semua korban dan keluarganya. Mari bersama, kita memohon perdamaian dari Tuhan, agar ketika menghadapi kekerasan, bukan memakai kebencian, melainkan dengan semangat rekonsiliasi dan persaudaraan. Marilah kita berdoa dalam hening,” kata lelaki peranakan Italia yang lahir di Flores, Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936. 

Seperti diberitakan, meledak di tiga tempat berbeda di Surabaya, Minggu pagi, bertepatan dengan pelaksanaan misa dan ibadah mingguan di gereja.

Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari balkon basilika Santo Petrus, setelah Misa Paskah Paskah, Minggu (1/4/2018) di Vatikan.
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari balkon basilika Santo Petrus, setelah Misa Paskah Paskah, Minggu (1/4/2018) di Vatikan. (AFP/Andreas Splaro)

Baca: Saking Dahsyatnya Ledakan, Kepala Pelaku Terbang ke Genteng, Untung Ada Bayu!

Baca: Intelijen Kecolongan! Senator asal Sumut Menduga Teror Bom Sengaja Memanfaatkan Tahun Politik

Baca: Presiden Jokowi Keluarkan Pernyataan Terkait Aksi Teror di Surabaya 

Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Bom kedua meledak di GKI Wonokromo, meledak di gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya pada pukul 08.00 WIB.

Bom ketiga meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno, beberapa menit kemudian.

"Yang meninggal bertambah menjadi sembilan orang, dan orang lainnya dirawat di rumah sakit (karena mengalami luka-luka)," kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, kepada wartawan, Minggu (13/05), sekitar pukul 10.45 WIB.

Baca: 2 Polisi Ikut Jadi Korban Ledakan Bom di Gereja, Humas Polda Jatim Jelaskan Kondisinya

Baca: Update Terkini: Korban Teror Bom 3 Gereja Bertambah Jadi 10 Orang Tewas, 41 Luka-luka

Hingga pukul 14.40 WIB, polisi menyatakan ada 11 korban tewas. Sebanyak 41 orang korban luka saat ini dirawat di RS, 2 di antaranya adalah polisi.

Polisi menyatakan pelaku ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela tewas di tempat. Di gereja tersebut, seorang anak tewas.

Sebelas korban meninggal dunia berasal dari tiga lokasi yang berbeda.

Empat korban berasal dari Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

Dua korban berasal dari GKI Wonokromo, Jalan Diponegoro, Surabaya, satu di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved