Bom Gereja di Surabaya
Saking Dahsyatnya Ledakan, Kepala Pelaku Terbang ke Genteng, Untung Ada Bayu!
Bahkan usai kejadian, pihak kepolisian menemukan kepala dari pelaku pengeboman tercecer di atas genteng.
TRIBUN-MEDAN.COM - Serangan bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, hampir bersamaan.
Kejadian pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya pukul 06.30 WIB, disusul ledakan bom di GKI Jl Diponegoro pukul 07.30 Wib dan kemudian ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jl Arjuno Pukul 07.53 WIB.
Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom di tiga gereja di Surabaya terus bertambah.
Sebanyak 13 orang dinyatakan tewas dan 41 orang dirawat di berbagai rumah sakit di Surabaya.
Ada tiga bom yang meledak di tiga gereja Surabaya yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Arjuna.
Namun dari tiga titik itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan peledakan bom di Gereja Santa Maria adalah yang paling dahsyat.
Saking dahsyatnya, bom yang dipangku dua pelaku yang masih remaja tersebut memiliki daya ledak hingga 200 meter.
Remaja tersebut merupakan anak dari pelaku di dua titik peledakan bom yang lain.
"Paling dahsyat itu bom pangku yang di Santa Maria Ngagel karena dampaknya sampai 200 meter," jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Minggu (13/5/2018).
Baca: Saking Dahsyatnya, Bahan Bom Gereja Surabaya dan Bom Sidoarjo Digelari The Mother of Satan
Bahkan usai kejadian, pihak kepolisian menemukan kepala dari pelaku pengeboman tercecer di atas genteng.
"Saking dahsyatnya, kepala pelakunya saja kita temukan di atas genteng," ujarnya.
Satu korban meninggal itu diketahui bernama Aloysius Bayu Rendra Wardhana.
Bayu Rendra adalah koordinator relawan keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB).
Sesaat sebelum kejadian Bayu Rendra diketahui mengadang motor yang digunakan teroris untuk masuk ke dalam gereja.
Saat diadang Bayu itulah teroris itu meledakkan diri. Tubuh Bayu hancur tak bersisa.
Namun seandainya tak diadang Bayu teroris itu akan meledakkan diri di dalam gereja dan akan menimbulkan banyak korban.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari netizen untuk Bayu. Bayu disebut-sebut sebagai pahlawan walupun mengorbankan dirinya.
Ucapan belasungkawa itu itu tampak di akun facebook Bayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bayu-pahlawan-bom-surabaya_20180513_193635.jpg)