Bom Gereja di Surabaya

Melayat ke Rumah Duka, Djarot Puji Sikap Berani Bayu Rendra Wardhana

Kepada keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardhana, Djarot menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang terjadi.

TRIBUN MEDAN/HO
Djarot bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melayat di rumah duka korban bom di Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat tak dapat menutupi rasa kekagumannya terhadap salah seorang korban bom Surabaya di Gereja Santa Maria, Aloysius Bayu Rendra Wardhana (42). 

Suami Happy farida itu menyampaikan rasa kagum dan terima kasihnya atas pengorbanan Bayu usai melayat almarhum di rumah duka, di Jalan Gubeng Kerta Jaya Gang 1 Nomor 15 A Surabaya, Senin.

"Bayu ini pahlawan, dia merelakan nyawanya demi banyak orang," ujarnya, Senin (15/5/2018).

Kepada keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardhana, Djarot menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang terjadi.

 Menurut Djarot, sikap yang ditunjukkan kepala petugas keamanan Gereja Santa Maria tersebut merupakan tanda seorang ksatria.

 "Saya bangga dengan Bayu, dia seorang pahlawan. Berani menunjukkan sikap berani berkorban, bukan untuk dirinya, melainkan orang lain," katanya.

Cagub yang didukung PDI Perjuangan dan PPP tersebut berharap, keberanian dan kerelaan untuk berkorban yang ditunjukkan Aloysius Bayu Rendra Wardhana bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat

"Dengan sikap setia dan tulus, dia bisa mengamankan banyak orang," ujar Djarot.

Sebagai warga negara yang berasal dari Surabaya, Djarotmeminta masyarakat Indonesia, terutama warga Kota Surabaya agar tidak pernah merasa takut dengan teror seperti itu.

"Sekali lagi, kami turut berbela sungkawa dan mengutuk tindak brutal seperti ini," katanya.

Di lain pihak, adik korban Galih, mengatakan, pada saat kejadian yakni Minggu (13/5) pagi, korban sedang bertugas sebagai koordinator keamaman Gereja Santa Maria.

Saat sedang bertugas dan mengatur jemaat yang masuk untuk beribadah, Aloysius Bayu Rendra Wardhana melihat ada sebuah sepeda motor yang berupaya menerobos masuk.

Sebagai kepala keamanan, Aloysius Bayu Rendra Wardhana berupaya menghadang untuk mengehentikan sepeda motor yang menerobos masuk tersebut.

"Saat kakak saya menghadang, tiba-tiba motornya meledak," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved