Pilgub Sumut
Menjenguk Keysa Penderita Stunting, Djarot Bahas Susu dengan Sang Dokter
Bocah pasangan S Lature dan Weni Sarumaha tersebut menurut Djarot sudah membaik dari hari ke hari.
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Takkala bertemu kembali dengan anak penderita stunting, Keysa, Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat memberikan komentarnya.
Bocah pasangan S Lature dan Weni Sarumaha tersebut menurut Djarot sudah membaik dari hari ke hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Djarot saat menjenguk anak yang ditemuinya pertama kali di permukiman padat penduduk di Jalan Pintu Air 4, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan itu beberapa waktu lalu.
Seakan tak puas mengulik kondisi terkini sang gadis cilik tersebut, Djarot menanyakannya kepada tim medis RS Siloam yang menanganinya.
"Gimana kondisinya? Sudah membaik kan? Diberi susu yang bagaimana?" Tanya Djarot dengan sang dokter, Selasa (29/5/2018).
Pantauan tribun-medan.com, sambil mengelus kepala Keysa, Djarot tersenyum melihat sang anak begitu responsif kepadanya. Tak lupa ia mengingatkan sang ibu agar juga menjaga kesehatan.
"Ibu juga harus sehat, jaga makanannya dan anaknya mesti sehat," tuturnya.
Baca: Djarot-Sihar Kunjungi Penderita Stunting di Medan
Baca: Jusuf Kalla Libatkan Ustaz Abdul Somad Atasi Kekerdilan Fisik (Stunting) Orang Indonesia
Sementara itu, sang dokter menjelaskan bahwa Keysa diberikan susu formula untuk asupan gizi gadis malang tersebut.
"Dia kami beri susu tapi yang tak mengandung laktosa," katanya.
Sang dokter juga mengungkapkan akan mengizinkan Keysa pulang sampai keadaannya benar-benar membaik.
Pada kesempatan tersebut, Djarot tak sendiri, ia didampingi sang istri tercinta Happy Farida.
Kepada awak media Djarot menjelaskan komitmennya terhadap para anak yang menderita stunting dan kekurangan gizi di Sumatera Utara.
Menurutnya, penderita stunting di Medan masih cukup banyak. Bukan hanya Kesya saja, kata Djarot, di Kabupaten Langkat, jumlahnya juga masih tinggi. Untuk itu diperlukan tindakan preventif dari PKK serta Posyandu.
"Tindakan preventif ini sangat penting. Posyandu juga menjadi ujung tombaknya. Pentingnya memberikan gizi kepada anak, selama seribu hari pertama sejak masih dalam kandungan hingga anak itu dilahirkan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/djarot-jenguk-penderita-stunting_20180529_221329.jpg)