Balas Amien Rais, Mahfud MD Singgung Transfer Uang dari Koruptor Mantan Menkes

Mahfud MD mengomentari polemik yang berkembang terkait hak keuangan yang diterima anggota BPIP.

Mahfud MD dan Amien Rais 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD mengomentari polemik yang berkembang terkait hak keuangan yang diterima anggota BPIP.

Mahfud MD berang kalau para anggota BPIP tidak bekerja dan hanya ongkang-ongkang terima gaji yang lumayan besar dari negara.

"Ada yang bilang ini kok ongkang-ongkang saja. Ongkang-ongkang apa? Ongkang-ongkang sudah dapat duit Rp 100 juta. Loh jelas-jelas kami punya rekening, enggak pernah terima duit dari orang yang diduga korupsi loh. Jangan sembarang bilang ongkang-ongkang," kata Mahfud di Kantor Wantimpres, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).

Dana yang diduga merupakan duit gratifikasi dimaksud Mahfud itu adalah aliran uang dari Siti Fadilah Supari kepada Amien Rais dalam kasus korupsi Pengadaan Alkes di Kementerian Kesehatan pada 2005 dan 2007.

Aliran uang ke Amien Rais terungkap di sidang pembacaan tuntutan terhadap Siti, pada Rabu (31/5/2017).

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta saat itu menyatakan pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais memang terbukti menerima uang.

Transfer dana ke rekening Amien Rais dilakukan pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2017. Nominalnya Rp 100 juta tiap kali transfer.

Tapi sumber uang itu tidak dapat serta-merta dihubungkan dengan perbuatan korupsi eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam proyek alat kesehatan.

Mahfud mengungkit hal tersebut merespons kritik Amien Rais yang menyebut BPIP hanya ongkang-ongkang tapi mendapat hak keuangan besar.

"Jangan sembarangan bilang ongkang-ongkang, enggak pernah kami. Mungkin dana nyasar ke rekening yang bersangkutan, mungkin uang halal, tapi sekurang-kurangnya itu ada lewat dari sana orang korupsi. Kalau kami ndak," kata Mahfud menanggapi.

Sebelumnya politikus senior PAN, Amien Rais menuding BPIP hanya ongkang-ongkang namun mendapatkan gaji yang besar.

"Orang-orang yang sudah sepuh itu yang menjadi BPIP, kemudian mengejutkan hanya ongkang-ongkang, hanya tukar pikiran wah (digaji) Rp 100 juta lebih," kata Amien Rais di Aula Sarbini, Jakarta Timur, Selasa (29/5).

Hal itu disampaikan Amien Rais saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Persaudaraan Alumni 212 di Cibubur, Selasa (29/5) lalu. Dia heran fungsionaris BPIP mendapat hak keuangan besar.

Menurutnya, gaji yang diterima pejabat BPIP tersebut tidak masuk akal.

Tak Ada Mekanisme Kembalikan Gaji

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved