Pilgub Sumut

Sihar Sitorus Janji Bawa Perubahan Signifikan untuk Sumatera Utara, Begini Konsepnya

Sihar Sitorus menyebut pasangan DJOSS punya tiga visi yaitu Sumut Sehat, Sumut Pintar dan Sumut Sejahtera.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus saat bertemu relawan di Posko Kawan Sihar di Jalan Sei Padang, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebentar lagi masyarakat Sumatera Utara akan dihadapkan dengan 2 pilihan dalam Pilgub Sumut. Masyarakat tidak boleh Golput dan harus memilih pemimpin untuk menuju Sumut yang lebih baik.

Calon Wakil Gubernur Sumut Nomor Urut 2, Sihar Sitorus menyebut pasangan DJOSS punya tiga visi yaitu Sumut Sehat, Sumut Pintar dan Sumut Sejahtera.

Sebelumnya, saat tahun 2008 ketika Samsul dan Gatot maju dalam Pilgub Sumut, mereka juga mengusung tiga hal serupa, diantaranya Sumut tidak lapar, Sumut tidak sakit dan Sumut tidak miskin.

Permasalahan di Sumut selalu berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

Menanggapi hal tersebut, Sihar mengatakan bahwa persoalan seperti ini, sangat multi dimensi, banyak hal faktor yang saling berkaitan.

"Kita akan memberikan signal kepada dunia usaha di lokal maupun nasional dan juga kepada masyarakat luas, bahwa Sumut memiliki potensi yang sangat luar biasa," kata Sihar saat ditemui di Posko Kawan Sihar di Jalan Sei Padang, Kamis (7/6/2018).

Ia menjelaskan, DJOSS memiliki keseriusan untuk melakukan perubahan.

Harapannya adalah ketika signal ini sampai kedunia usaha dan masyarakat luas, maka mereka akan berbondong-bondong terpanggil untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk Sumut. Setelahnya baru menyangkut hal-hal yang lebih teknis.

Mulai dari kebijakan, kemudian kita menginventarisasi potensi-potensi yang ada. Kemudian meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, infrastruktur serta hal-hal pendukung lainnya.

"Saat ini kita harus memberikan suatu keyakinan kepada pihak lain di luar sana khususnya warga Sumut. Bahwa warga Sumut sudah waktunya untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan mudah dan transparan," ungkap Sihar.

Ditanya soal pertumbuhan ekonomi di Sumut yang masih ditunjang oleh hasil perkebunan. Sementara harga komoditas naik turun.

Sihar mengatakan bahwa sudah saatnya sekarang kita memikirkan sektor mana yang akan digenjot pertumbuhan ekonominya, supaya lebih baik dan bagus dari yang sudah-sudah.

"Contoh konkrit yang mana lahan dari perkebunan milik rakyat misalnya 0,3 hektar. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membentuk kelompok tani," ucap Sihar.

"Mereka ini yang akan bisa memberikan daya saing, budgeting power untuk mendapatkan permodalan yang lebih murah. Serta pertukaran pengetahuan transfer teknologi yang lebih cepat harus dilakukan," sambungnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved