Isak Tangis Keluarga Pecah di Rumah Jhon Sahat Sagala, Pejabat Disnaker Meninggal Mendadak

Rupanya saat ia berada di Kantin ia sempat jatuh, sehingga harus dilarikan ke klinik Polres.

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Jenazah Jhon Sahat Sagala saat disemayamkan di rumah duka 

MEDAN-TRIBUN.COM - Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara untuk daerah Kabupaten Deliserdang, Jhon Sahat Sagala meninggal dunia mendadak karena terkena serangan jantung.

Disebut-sebut Jhon meninggal dunia, saat akan menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan sempat izin untuk pergi ke kantin.

Jhon Sagala semasa hidup
Jhon Sagala semasa hidup (ist)

Namun rupanya saat ia berada di Kantin ia sempat jatuh, sehingga harus dilarikan ke klinik Polres, tapi karena peralatan kurang memadai, yang bersangkutan langsung dilarikan ks RS Grand Medistra Lubukpakam.

Baca: Kronologi Pejabat Disnaker Meninggal saat Diperiksa Polisi Menurut Kapolres Deliserdang

Saat dikunjungi Tribun-medan di kediamannya Jalan Bajak V, Komplek perumahan Villa Mutiara I blok D nomor 2, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Medan, Sumatera Utara, terlihat banyak mobil yang berjejeran untuk mengunjungi rumah duka.

Serta berdiri tenda berwarna hijau tua didepan rumah mendiang Jhon, untuk menampung para saudara dan rekan kerja yang mengunjungi rumah duka.

Salah seorang rekan jemaat yang juga teman dari anak mendiang Jhon, Erick Siagian (24) warga Jalan STM Medan yang juga merupakan teman jemaat Gereja GBI Rehobot Medan, di Jalan Bajak II Medan, menceritakan bahwa ia sudah mengenal Jhon kurang lebih selama 10 tahun terakhir.

"Bapak ini orangnya baik, ramah, aktif dan sangat suka bergaul orangnya. Ia juga suka bercanda dan tak membeda-bedakan orang, kalau ketemu pasti menegur," kata Erick dirumah duka, Senin (11/6).

Erick menambahkan bahwa Jhon mempunyai riwayat penyakit stroke sebelum meninggal. Dan penyakit itu dideritanya sekitar 3 tahun silam.

"Kebetulan pak Jhon itu punya riwayat sakit stroke, yang dialaminya sekitar 3 tahun yang lalu," katanya.

"Memang penyakit strokenya sudah berangsur sembuh, tapi belum kembali seperti semula. Karena badan sebelah kanannya sempat mati rasa, agak kaku dan belum bisa kali bergerak secara luwes," sambungnya.

Erick menuturkan bahwa saat mendengar kabar pak Jhon meninggal dunia tadi sore ia cukup terkejut, karena tidak menyangka pak Jhon sangat cepat meninggal dunia

"Terkejut juga pas denger pak Jon meninggal. Aku dengar informasi dia meninggak karena sakit jantung kumat dan sempat dilarikan ke RS Grand Medistra Lubuk pakam, tapi nyawanya tidak tertolong," ujar Erick.

Jhon sendiri meninggalkan seorang istri bernama Lina Hutabarat dan dua orang anak bernama Sheren Morni Utami (23) yang bekerja di PT Japfa dan anak kedua bernama Andre Dunan (21) yang saat ini kuliah di STT PLN di Jakarta Selatan.

Saat di dalam rumah duka, terlihat anak pertama Jhon, Sheren yang mengenakan pakaian hitam dengan rambut yang disanggul, memakai kain batik berwarna merah corak emas untuk menutupi bagian badannya hingga kebawah. Serta memakai jam tangan bertali cokelat disebelah kanan.

Terlihat ia sesekali menyeka air matanya saat menjumpai teman-temannya yang bergantian datang memasuki ruang tamu rumah tersebut, sebelum dimakamkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved