Kapal Tenggelam

MUSIBAH LAGI! Tragedi KM Ramos Risma Tadi Malam dan Hari Ke-6 Pencarian KM Sinar Bangun

Musibah menimpa KM Ramos Risma Marisi, Jumat (22/6/2018) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Editor: Salomo Tarigan
Di bawah terik matahari, tepi Danau Toba keluarga korban menunggu kabar kerabatnya yang hilang, Jumat (22/6/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Memasuki hari ke-enam pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, usaha pencarian masih terus dilakukan.  

184 penumpangnya belum diketahui nasibnya hingga sekarang dan dinyatakan masih hilang.

Hanya 19 orang dinyatakan selamat dan 3 orang penumpang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Hari ini, Sabtu (23/6/2018), pencarian serius dilakukan Basarnas bersama tim gabungan. Teranyar, penyelaman Danau Toba dilakukan menggunakan alat canggih Scan Sonar dan Multibeam Side Scan Sonar.

Peralatan itu didatangkan langsung dari Disposal Mabes TNI AL di Jakarta, bersama dengan Tim pasukan khusus Detasemen Jalamangkar (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).  

Seperti diketahui, Kapal penumpang KM Sinar Bangun dari Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara  terbalik di Danau Toba, Senin (18/6/2018). 

Berikut sejumlah fakta yang dihimpun tribunmedan.com atas musibah KM Sinar Bangun di Danau Toba

1. Kecelakaan kapal sudah merenggut 234 jiwa

Samosir Art and Culture di Danau Toba mendatangkan artis dan duka mendalam keluarga korban KM Sinar Bangun
Samosir Art and Culture di Danau Toba mendatangkan artis dan duka mendalam keluarga korban KM Sinar Bangun (Kolase Tribun-Medan.com)

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com dari Harian Kompas dan berbagai sumber di internet, setidaknya tercatat delapan kali kecelakaan kapal di Danau Toba dalam 63 tahun terakhir.

Dalam kurun waktu enam dekade, sejak tahun 1955 hingga 2018, dari delapan peristiwa tersebut, sebanyak 234 jiwa dinyatakan jatuh sebagai korban meninggal, dan 289 orang dinyatakan hilang.  

Sebaran data meninggal tersebut adalah 55 orang tewas dalam kecelakaan kapal tahun 1955, empat orang tahun 1986,  91 orang tewas dalam dua perisitiwa tahun 1987,  81 orang tewas tahun 2013, serta 3 orang tewas dan 184 dinyatakan hilang dalam peristiwa KM Sinar Bangun karam, Senin (18/6/2018).

2. Hari Ini Digelar Gondang Ritual Adat Toba

Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih akan memberikan fasilitas bagi keluarga korban hilang yang meminta agar disediakan kapal untuk melakukan ritual adat Toba.

"Saya minta ada Gondang, sepanjang itu demi kebaikan. Saya sebagai pemerintah tetap mendukung, karena kita semua berupaya untuk menemukan kapal dan jenazah-jenazah yang menjadi korban," kata JR Saragih di Pelabuhan Tigaras, Jumat (22/6/2018).

"Kita sebagai Pemkab Simalungun siap memberikan fasiltas, mana tahu masih ada korban hilang yang hidup," sambungnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved