News Video
Video Penangkapan Ikan Mas Raksasa di Danau Toba
Terlihat beberapa orang menangkap ikan dengan menggunakan sampan, komunikasi mereka pun terdengar menggunakan bahasa Batak
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Tim Basarnas mengidentifikasi keberadaan kapal di perairan Danau Toba kedalaman 450 meter yang diduga kuat bangkai KM Sinar Bangun, Minggu (24/6/2018).
Hari ini (25/6/2018) merupakan hari kedelapan pencarian ratusan penumpang yang masih hilang.
Proses demi proses pun mencuri perhatian publik.
Basarnas beserta TNI dan Polri telah terlibat. Peralatan canggih pun sudah ditetapkan untuk membantu pencarian.
Tapi sampai hari ini, delapan hari pascakejadian, dari 206 orang Anak Buah Kapal dan Penumpang, masih hilang 184 orang. Para korban belum ditemukan.
Bukan tanpa alasan, beberapa paranormal turut melakukan pendekatan ritual agar ratusan penumpang KM Sinar Bangun dapat ditemukan.
Misal Ida boru Damanik mengadakan ritual disertai alunan musik tradisional Gondang Batak.
Keturunan Silau Raja pun mengadakan ritual doa Pangelekan (permohonan) kepada Namboru Nantinjo, cucu perempuan Siraja Batak.
Dalam dongeng atau legenda, Nantinjo dianggap sebagai 'kuncen' atau penunggu Danau Toba.
Baca: Heboh Ikan Mas Raksasa di Danau Toba, Warga Setempat Anggap Rezeki Bukan Mistis
Baca: 6 Fakta Tenggelamnya KM Sinar Bangun, dari Ikan Mas Raksasa hingga Suhu Air 0 Derajat Celsius
Baca: IMAS USU Sambangi Tigaras dan Berikan Bantuan kepada Keluarga Korban KM Sinar Bangun
Baca: Polda Sumut Tetapkan Nahkoda KM Sinar Bangun Sebagai Tersangka
Rismon Sirait, seorang budayawan muda Batak, lalu mengulas dari sisi lain.
Ia percaya tragedi ini berkaitan dengan sebuah fenomena lain di Danau Toba, yakni ditangkapnya ikan mas berukuran raksasa, dengan berat 14 kg, di Tao Silalahi, Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi.
Tulisan Rismon tentang kaitan ikan mas raksasa dan kecelakaan kapal di akun Facebook-nya itu viral dan dibagikan ribuan kali sejak dimuat Rabu (20/6/2018) siang.
Menurut Sirait, Minggu (17/6/2018) sekitar pukul 16.30, seorang pemancing di Desa Paropo, Tao Silalahi, mendapatkan ikan mas seberat 14 Kg.
“Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing,” tulisnya.
Lepas dari pembahasan masalah mistis, Sirait juga menambahkan bahwa zona lintasan kapal KM Sinar Bangun yang kecelakaan di Danau Toba Senin lalu adalah zona berbahaya yang dilintasi bila besar ombak tidak seperti biasanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ikan-mas-raksasa-di-tangkap-di-danau-toba_20180625_120649.jpg)