Breaking News

Gunung Agung Sampai Lontarkan Lava Pijar Keluar Kawah Setelah Terjadi Erupsi Besar

Menurut data PVMBG, erupsi gunung Agung menyebabkan tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter

Gunung Agung erupsi, Senin (2/7/2018) malam. 

Ketinggian antara bibir kawah terendah di sisi barat daya dengan permukaan kubah lava tertinggi di tengah kawah sekitar 85 - 90 meter.

Citra satelit masih merekam adanya hotspot (titik panas) di kawah Gunung Agung terkait aktivitas efusi (aliran) lava.

"Dalam periode 28 Juni hingga 2 Juli 2018, energi termal cenderung mengalami penurunan dari maksimum 819 Megawatt ke 58 Megawatt. Meskipun mengalami penurunan namun energi thermal termasuk tinggi," imbuh pria asal Banyuwangi ini.

Pemantauan PVMBG secara visual 27 Juni - 2 Juli 2018 teramati masih terjadi erupsi.

Ketinggian kolom erupsi berupa abu dan gas cenderung turun namun tak terlalu signifikan yaitu dari 2500 meter di atas puncak menjadi pada kisaran 200 - 2.000 meter di atas puncak.

Malam dan dini hari, teramati sinar api (glow) di atas kawah.

Hal ini mengindikasikan adanya material lava segar dengan temperatur tinggi di dalam kawah dan masih adanya pergerakan magma ke permukaan kawah Gunung Agung.

Aktivitas seismik Gunung Agung masih didominasi gempa - gempa dengan frekuensi rendah seperti hembusan dan letusan.

Jumlah Hembusan dari 28 Juni hingga 1 Juli 2018 mengalami penurunan dari 69 kejadian perhari jadi 14 kejadian perharinya.

"Tadi pagi juga terjadi erupsi tiga kali berturut - turut, pukul 06.19 wita, 06.41 wita, serta 06.55 wita. Tinggi kolom pertama 2.000 meter, 1.000 meter, dan ketiga turun menjadi 700 meter," urai Kasbani.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved