Kedai Tok Awang

Sampai Kapan Inggris Bertahan di Rusia?

Secara kualitas gelandang-gelandang Inggris sekarang tidak sementereng di Piala Dunia 2002 dan 2006.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/JOHANNES EISELE
PEMAIN tim nasional Inggris, Jesse Lingard 

"Justru di sini letak persoalannya, Ne," ujar Mak Idam. "Pas Inggris mau main lawan Panama, aku bilang kalok Inggris, maksudnya liganya, menghasilkan banyak pemain bagus untuk negara lain, tapi enggak untuk mereka sendiri. Beda dari tahun 2002, atau tahun 2006. Inggris sekarang mirip skuat orang tu di Piala Dunia 2010 dan 2014."

Sebagai kompetisi paling semarak di muka bumi, Liga Inggris yang pertandingan-pertandingannya saban pekan dipancarluaskan ke banyak negara, termasuk Indonesia, menghasilkan pemain-pemain yang nama dan wajahnya familiar. Orang yang tak awam-awam amat niscaya akan hapal setidaknya satu nama pemain.

"Jadi, terkenalnya aja yang ada. Meyakinkan enggak. Cak lah kelen tengok dulu pemain-pemainnya. Gelandang-gelandangnya lah. Jordan Henderson, Ashley Young, Raheem Sterling, Delle Ali, terus siapa itu yang pemain MU?" tanya Mak Idam.

"Rashford," jawab Sudung.

"Bukan, satu lagi."

"Lingard."

"Nah, itu. Jesse Lingard. Lima nama enggak ada yang betul-betul meyakinkan. Di bangku cadangan jugak sama. Ibarat kata, ya, cumak nama-namanya aja yang terkenal. Kalok kualitasnya aku bilang medioker."

"Cieh..., medioker! Makin sedap jugak cakap Mamak," sebut Jontra Polta sembari mengunyah kue kacang pemberian Sangkot yang sempat singgah sebentar di kedai Tok Awang dari perjalanan membawa tamu pergi-pulang Tebingtinggi-Medan.

"Di belakang pun enggak kalah genting itu, Dam," kata Pak Udo menyambung. "Betul memang Walker dan Stone itu bek-bek mahal. Ah, salah, termahal pun orang tu dua di Inggris. Cetak rekor transfer. Tapi, ya, itu, belum teruji."

KIPER tim nasional Inggris, Jordan Pickford
KIPER tim nasional Inggris, Jordan Pickford (AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV)

"Apalagi kipernya. Cak lah kelen pikir. Sekelas Inggris, kipernya Jordan Pickford, Nick Pope, dan Jack Butland. Ini kiper Everton, Burnley, dan Stoke City. Stoke ini degradasi. Macam mana ceritanya kiper klub yang degradasi bisa masuk timnas? Kalok enggak pelatihnya bengak, tentu karena enggak ada pilihan lain. Dan aku pikir, alasannya karena memang enggak ada pilihan lain."

"Salah kelen kalok cumak lihatnya dari sisi itu," ucap Lek Tuman. "Mungkin, iya, secara kualitas gelandang-gelandang Inggris sekarang tidak sementereng di Piala Dunia 2002 dan 2006. Tapi jangan lupa, pelatih Inggris, Si Southgate, masih punya Harry Kane. Tajam kali dia tu."

"Itu pulak lah masalahnya, Pak Kep," kata Pak Udo. "Gampang kali tebaca permainan Inggris ni. Sama kayak Argentina dan Portugal yang terpusat ke Messi dan Ronaldo, Inggris juga sentralistik ke Kane."

"Oi, tinggi-tinggi kalilah cakap kelen. Macam betul aja," sergah Ocik Nensi sembari meninggikan volume suara televisi. Dia telah berpindah ke stasiun televisi lain yang menayangkan FTV berjudul "Nenekku Kecolok Cinta Kakek Pacarku."

"Memang betul-betulan ini, Cik," sahut Ane Selwa. "Serius kami ini."

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved