Tak Punya Biaya Pascamelahirkan, Meria Sinambela dan Bayinya Tidak Bisa Pulang

Meria Sinambela (25), Warga jalan Setia Ujung pinggiran rel, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara

Tak Punya Biaya Pascamelahirkan, Meria Sinambela dan Bayinya Tidak Bisa Pulang
Meria Sinambela (25), Warga jalan Setia Ujung pinggiran rel, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meria Sinambela (25), Warga jalan Setia Ujung pinggiran rel, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara hanya bisa menangis selama tiga hari belakangan ini, di kamar nomor 4 Rumah Sakit Umum (RSU) Full Bethesda lantai 3 tempatnya dirawat.

Pasalnya, usai menjalani operasi melahirkan anak ke-2nya seminggu yang lalu, dia bersama bayinya yang baru lahir tidak bisa pulang hingga hari ini karena tidak memiliki uang untuk melunasi biaya rumah sakit dan persalinan.

Saat ditemui Tribun Medan hari Selasa siang di RSU Full Bethesda Jalan Binjai Km.10,8/Jl. Sama No.71, Kabupaten Deli Serdang, suami Meria, Ronal Sinaga mengatakan bahwa pascaoperasi melahirkan istri dan bayinya yang baru lahir dalam kondisi sehat.

"Setelah operasi Ibu dan anak kondisinya sehat. Masuk ke rumah sakit tanggal 2 Juli, Harusnya tanggal 6 pulang, tapi karena kami tidak punya uang tidak bisa pulang," ujarnya, Selasa (10/7/2018).

Ronal menjelaskan bahwa
Awalnya, pada hari Senin (2/7/2018), Meria dibawa ke klinik bidan Siti, karena si istri sudah kesakitan kemudian langsung dirujuk ke sini (RSU Full Bethesda) jam 12 siang.

"Setelah sampai di RS langsung ditangani, semua langsung dicek termasuk cek darah. Saya langsung mengurus berkas-berkas semua. Kemudian operasi sekitar jam 4," katanya.

Terkait biaya rumah sakit, Ronal yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan ini mengaku sudah pontang-panting ke sana ke mari mencari pinjaman. Namun katanya yang bisa terkumpul hanya sekitar Rp 700 ribu.

"Sudah pontang-panting mencari pinjaman. Yang dapat baru Rp 700 ribu dari Bapauda dan itu masih ada di rekening amangboru saya. Itupun belum berani diambil. Karena takut kalau diambil bisa habis. Dan saya sudah coba menghubungi keluarga semua, termasuk keluarga dekat juga tidak ada dapat pinjaman," jelasnya.

Setiap hari, sambung Ronal, biaya rumah sakit terus semakin bertambah dan sekarang sudah menjadi sekitar enam juta rupiah.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved