Kedai Tok Awang
Main Betulan atau Ecek-ecek Lagi
Sebagaimana di pertandingan penyisihan grup, kedua klub tak bermain sepenuh hati.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
"Cocoklogi yang mana lagi?" tanya Sudung.
"Nah, ini. Tak tahu kelen, kan. Ada berapa kali juara tiga Piala Dunia yang di Piala Dunia selanjutnya malah enggak lolos."
Jek Buntal menyebut Belanda. Piala Dunia edisi 2014, Belanda menang di pertandingan perebutan posisi tiga melawan Uruguay. Tahun ini mereka tidak ikut ke Rusia. Bergabung di Grup A kualifikasi, Belanda kalah bersaing dengan Perancis dan Swedia.
Ditarik lebih jauh ke belakang, sejak Piala Dunia pertama tahun 1934, total para juara tiga gagal lolos sebanyak tujuh kali. Selain Belanda ada Turki (gagal lolos Piala Dunia 2006 setelah juara tiga di tahun 2002), Swedia (1994 gagal lolos 1998), Perancis (1986 gagal lolos 1990), Portugal (1966 gagal lolos 1970), Perancis (1958 gagal lolos 1962), dan Swedia (1950 gagal lolos 1954).
"Teringat awak pernah baca, saking enggak semangatnya, bekas pelatih Belanda, Louis van Gaal, ngusulkan ke FIFA supaya pertandingan untuk posisi tiga dihapus aja. Entah mungkin karena ini Belanda kena kutuk, enggak lolos orang tu," kata Sudung diikuti derai tawa.
"Ah, kebetulan-kebetulan ajanya itu," kata Pak Udo menimpali. Dia baru saja melangkahkan buah catur pada partai kedua dengan pembukaan Gambit Budapest yang disambut Tok Awang dengan pertahanan Alekhine. "Buktinya, di tahun 1970, Jerman juara tiga. Tahun 1974, mereka juara. Tahun 2010, mereka ulang sekali lagi. Juara tiga tahun 2010, juara tahun 2014."
"Itu dia pulak masalahnya, Pak Udo. Inggris dan Belgia bukan Jerman. Belum tahan banting orang tu. Bisa masuk ke semifinal aja pun jarang-jarang."
Selanjutnya terjadi debat yang tak terlalu sengit antara Jek Buntal dan Pak Udo. Jek tetap bertahan pada pendapatnya bahwa laga Inggris melawan Belgia akan berjalan membosankan lantaran kedua tim tidak lagi benar-benar punya semangat untuk menang. Sebaliknya Pak Udo, menyebut pertandingan ini bakal dimanfaatkan Southgate dan Martinez untuk menjaga kesolidan dan stabilitas tim. Gagal boleh, imbuh Pak Udo, tetapi jangan sampai remuk sepenuhnya, mengingat tak lama setelah Piala Dunia, babak kualifikasi EURO 2020 akan diputar.
Debat terus berlangsung sampai tiba-tiba Ocik Nensi memotong dengan pertanyaan yang sama sekali tidak disangka-sangka.
"Ocik dengar-dengar Ronaldo batal ke Juventus, ya. Apa betul itu?"
"Ah, tak betul, Cik," sahut Sudung. "Dari mana Ocik dengar?"
"Bukan dengar. Ocik baca di pesbuk."
"Tak betul, Cik. Hoaks kali itu."
"Di pesbuk yang Ocik baca, ke mana Ronaldo pindah rupanya?" tanya Jek Buntal.
"Ke PSMS." (t agus khaidir)
Telah dimuat di Harian Tribun Medan
Sabtu, 14 Juli 2018
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/3posisi3_20180714_180554.jpg)