Siswa, Guru dan Alumni MAPN 4 Medan Demo Tuntut Kepala Sekolah Dicopot

Bahkan satu spanduk yang dipegang oleh sejumlah siswa tampak bertuliskan kalimat, 'Juli Ganti Kepsek'.

Tayang:
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Tariden Turnip
tribun medan/chandra
Siswa Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN 4) Medan menggelar aksi demo, Selasa (17/7/2018) 

Sementara itu, Muhammad Fauzi salah satu siswa MAPN 4 Medan yang diwawancarai Tribun Medan mengatakan bahwa dia juga turut ikut mendemo kepala sekolanya.

"Saya Ikut demo juga. Alasan kami menanyakan kemana uang infaq kami yang sudah dikumpul kurang lebih satu tahun. Hari ini Ada ratusan orang yang ikut. Semalam lebih ramai karena Demo sudah Dua hari sama semalam. Kemungkinan tadi ikut dari kelas 10-12," ujarnya.

Kepada Tribun Medan, Muhammad Fauzi yang juga adalah ketua Organisasi Intra Madrasah (OSIM) ini juga mengungkapkan kekesalannya kepada Kepseknya terkait ekskul yang dirasanya vakum selama Nurkholidah menjabat.

"Selama dia (Nurkholidah Lubis) menjabat ekskul terasa vacum, karena setiap yang mau ikut lomba itu susah dana keluar. Kemudian, terkait uang kartu tanda siswa sekarang kelas tiga kami belum dapat. Dan ada sebagian besar siswa yang belum mendapatkan baju batik padahal sudah Setahun dan naik kelas," terangnya.

Terpisah, Kepala sekolah Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan Nurkholidah Lubis yang sempat diwawancarai Tribun Medan mengatakan bahwa demo yang dilakukan oleh siswa MAPN 4 untuk berusaha menurunkan dirinya dari posisi kepala sekolah. Namun menurutnya itu tidak wajar. Padahal menurutnya, guru-guru seharusnya bisa mengkomunikasikannya langsung kepada dirinya.

"Demo itu ingin menurunkan saya dari kepala sekolah. Kalau menurut saya itu tidak wajar karena melibatkan anak jadi tidak belajar. Guru-gurunya mengajak anak tidak belajar. Karena kami dengan saya guru-guru bisa komunikasi tapi mereka tidak mau komunikasikan. Apa yang mereka mau saya gak tahu," ujarnya Selasa sore (17/7/2018).

Saat ditanya terkait adanya kutipan dana terhadap siswa, Nurkholidah mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang membutuhkan kutipan dana agar sekolah dapat berjalan.

"Kalau enggak ada pengutipan gak berjalan sekolah, karena ini kan ini sekolah swasta bukan sekolah negeri," tegasnya.

Saat ditanya apakah demo terhadap dirinya itu ditunggangi oleh oknum, Nurkholidah mengatakan kalau dirinya tidak tahu-menahu apakah ada oknum atau tidak dibelakang demo tersebut.

"Itulah saya yang gak tahu, kalau saya tahu sudah saya panggil karena saya kepala sekolahnya. Dugaan saya juga ya dibilang oknum ya kenapa juga guru yang mengajak orasi muridnya," kata Nurkholidah.

Sementara itu, disinggung terkait tuntutan yang disuarakan siswa MAPN 4 terhadap dirinya, Nurkholidah berujar bahwa itu sedang diproses oleh kementerian agama.

Dia menganggap dirinya hanya menjadi korban fitnah. Karena itu, Nurkholidah pun mengaku siap menghadapi jika ada bukti yang menunjukkan dirinya bersalah.

"Itu lagi diproses oleh kementerian agama, kalau memang saya ada berbuat kan ada bukti. Itu akan diproses. Saya menerima apa yang ditunjukkan oleh bukti. Kalau memang saya bersalah, saya hadapi. Tapi kalau saya tidak bersalah saya mempertahankan hak saya yang difitnah seperti itu," pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Caption
Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN 4) Medan saat menggelar aksi demo, Selasa (17/7/2018)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved