Mengintip Sejarah Kemerdekaan Indonesia di Museum Djamin Gintings di Desa Suka
Terletak di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Tanah Karo, berdiri tegak tokoh masyarakat Karo yang melegenda, Letnan Jenderal Djamin Ginting.
Laporan Wartawan Tribun-Medan/Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Tanah Karo memang tidak ada habisnya merebut hati para wisatawan. Selain alam nan elok, pegunungan yang molek, daerah tersebut juga menawarkan wisata sejarah. Bila anda ingin melakukan napak tilas sejarah, tak ada salahnya mengunjungi tempat yang satu ini.
Terletak di Simpang tiga Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Tanah Karo, berdiri tegak tempat yang mengabadikan salah seorang tokoh masyarakat Karo yang melegenda, Letnan Jenderal Djamin Ginting.
Bila anda datang ke museum tersebut, anda akan disambut patung Sang Jenderal dari perunggu yang berdiri teguh setinggi tujuh meter. Patung Pahlawan Nasional itu gagah berdiri di atas tank meriam, dengan latar belakang kain tradisional karo yang disebut 'Beka Buluh'.
"Di sana, di lantai atas semuanya tentang Letjen Jamin Gintings. Museum ini terdiri atas dua lantai. Lantai bawah berisi hasil kerajinan tangan khas masyarakat Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Tanah Karo. Sedangkan pada lantai dua museum merupakan kisah perjalanan Letjen Djamin Ginting," ujar Sang Resepsionis, Nila kepada tribun-medan.com, Kamis (26/7/2018).
Pantauan tribun-medan.com, bila anda ingin ke lantai dua, maka anda harus menapaki 20 anak tangga yang berkelok. Di anak tangga ke 17, terlihat sosok Sang Jenderal dalam potret buram hitam putih.
Sepanjang perjalanan mengelilingi museum itu kita akan disuguhkan foto bergambar yang seakan bercerita. Perpustakaan pada sisi kanan dan kiri, seragam kebesaran jabatan di masa itu hingga piagam dan pin yang dikacakan. Tak jarang terlihat para wisatawan mengambil berbagai sudut guna berselfie ria.
Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk masuk ke tempat istimewa ini.
"Tiket masuknya Rp 5 ribu per orang," ujar Nila.
Nila menyampaikan, museum tersebut juga menyediakan fasilitas bagi pengunjung yang menggunakan kursi roda. Baginya tempat tersebut memberi arti positif bagi masyarakat Tanah Karo. Khususnya bagi para pelajar di Tanah Karo.
Hari ini saja, kata Nila, setidaknya ada 200 pengunjung yang berasal dari salah satu SD di Tanah Karo. Selain itu museum ini juga kerap dikunjungi muda-mudi Tanah Karo.
“Selama ini mereka hanya tahu melihat buku atau internet, namun tidak sedetil yang ada di museum ini,” katanya.
Hal tersebut juga diakui sejoli yang mengunjungi tempat tersebut yakni Amanda dan Brian. Pasangan yang berasal dari Kota Medan itu sengaja datang ke museum ini karena penasaran dengan isi museum.
“Kami berangkat sejak pukul 09.00 dari Medan, setelah jalan-jalan di kawasan Brastagi kami datang kesini. Untung masih buka. Kawan-kawan kerap bercerita tentang museum ini. Ada yang bilang tentang bentuk bangunannya yang unik seperti kulit kacang, ada juga yang bercerita tentang isi museum itu. Jadi kami ingin tahu,” ucap Brian.
Bagi para pelancong, tak sulit untuk mengetahui sejarah museum ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/museum-djamin-ginting_20180726_213705.jpg)