Sempat Jadi Pelayan Toko Artis Acha Sinaga Minta Anak Muda Tak Mudah Menyerah

Saya bersyukur bisa masuk kampus ini, saya ambil mass communication, jadi saya belajar, ternyata sesuai dengan pekerjaan saya sekarang

Tribun medan/HO
Aktris Acha Sinaga. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Jalan hidup memang penuh lika-liku. Kadang, untuk mencapai kesuksesan yang sudah ditargetkan dalam hidup, seseorang perlu melalui rintangan yang berliku. Bermacam pekerjaan pun tak ada salahnya dicoba demi meraih impian. Banyak yang mengalami hal tersebut, tak terkecuali Aktris sekaligus Influencer, Maria Dyer Achsahinta Sinaga yang kerab disapa Acha Sinaga.

Dalam kesempatan ini, Acha berbagi pengalaman dalam proses perjuangan kariernya dari dulu hingga sekarang.

"Jadi tahun 2006, saya lanjut kuliah di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, saya bersyukur bisa masuk kampus ini, saya ambil mass communication, jadi saya belajar, ternyata sesuai dengan pekerjaan saya sekarang. Saya belajar broadcast dari TV, radio, koran, semua yang berhubungan dengan media saya pelajari," ujarnya beberapa hari lalu.

Acha mengatakan dalam proses perkuliahan, ada seorang temannya bernama Erika yang menghubungi Acha untuk penawaran kerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) di Jakarta Fair, acara tahunan yang dibuat di Jakarta, PRJ (Pekan Raya Jakarta). Tak perlu menunggu lama, ia pun menerima tawaran pekerjaan sebagai SPG tersebut.

"Saya itu pekerja keras, kalau ada kesempatan kenapa enggak diambil. Apalagi waktu kecil, saya itu tumbuh di keluarga yang sederhana, berkecukupan, enggak berlebihan juga tapi kita pernah merasakan agak kekurangan,"ucap Acha.

"Jujur pas dulu kelas tiga SD, mama saya lagi hamil adik saya, Papa saya sekolah di luar, Hongkong. Terus kita ekonominya lagi susah, Papa dan Mama saya punya tiga bajaj, jadi kita cuma mengandalkan pemasukan dari uang bajaj itu, kita juga numpang di rumah opung. Tapi seiring dengan waktu Papa merantau ke Jawa, diberkati Tuhan dan bisa menyekolahkan kita itu benar-benar anugerah Tuhan,"ungkapnya.

Masih terkenang dalam ingatan Acha ketika ia jadi SPG, "Saya pakai baju hitam, rok mini tapi enggak mini-mini banget karena saya juga enggak mau tapi diatas lutut, terus berdiri seharian. Waktu itu bayarannya lumayan Rp 300 ribu atau Rp 400 ribu dalam sehari. Ya menurut saya sebagai anak kuliahan saat itu lumayan banget, saya tabung juga duitnya," tuturnya.

Baca: Fakta Kali Item Bau Busuk, Ditutupi Jaring Hitam untuk Menutupi Keburukannya dan Disemprot Pewangi

Baca: Opung, Terduga Donatur Penyerangan Mako Brimob ternyata Pegawai BUMN

Selain itu ia juga pernah menjadi penjaga toko di Mall Kelapa Gading, dan dalam sehari digaji Rp 50 ribu. Acha mengatakan ia datang pagi-pagi, sebelum mall buka, ia membuka toko, melipat baju dan bila pelanggan sudah datang, ia harus dengan ramah melayani konsumen. Lama kelamaan ia merasa capek dan merasa gaji yang diterima tidak sesuai dengan kerjaan dan hanya habis buat ongkos.

Baca: Sempat Hebohkan Taiwan, Bripka Ucok Hans Simangunsong Bergoyang dan Bernyanyi Bersama Pengamen

Baca: LIVE STREAMING PSMS MEDAN vs BALI UNITED, Bisa Tonton via Ponsel Malam Ini Pukul 19.00 WIB

"Saya punya teman sekolah namanya Popi dan Tika, mereka lagi iseng menaruh CV di tempat Production House (PH). Jadi production ini lagi casting presenter untuk sebuah program pendidikan. Jadi waktu itu, jangan ditiru ya, kita bolos kuliah, naik bajaj ke production housenya. Terus teman saya enggak lulus casting karena dia dari LA, Englishnya bule banget. Sedangkan ini untuk pendidikan, jadi pihak production nanya sama saya, mau coba casting? padahal awalnya saya sama sekali enggak ada niat buat casting. Ya sudah, saya coba, kaku banget, habis itu saya lulus," ucap Acha.

Selanjutnya ia kembali mengikuti casting untuk FTV dan kembali diterima dengan peran pemain pendukung, "saya ingat banget mainnya sama Chacha Tengker, adiknya Nagita atau Gigi. Nah saya dapat peran jadi temannya Chacha, dialog saya saat itu masih sedikit, tapi rasanya itu senang banget keterima syuting,"katanya.

Perempuan kelahiran Medan, 30 Juni 1989 ini menjelaskan dulu saat ke kampus, ia naik bus sambil membawa baju syuting. Ia selalu berusaha mencari teman, termasuk berkenalan dengan pemain dan kru lainnya.

"Saya sempat syuting lagi dengan judul lain, saya dihubungi PHnya, yang bilang kita kayaknya suka deh sama main kamu tapi kamu mau lepas behel, soalnya kalau kamu pakai behel peran kamu akan gitu-gitu saja. Dulu behel lumayan mahal gitu, sayang kalau lepas behel, jadi saya lepas kesempatan syuting lagi karena saya masih pakai behel," ucapnya.

Tahun 2009, Acha pun berhenti dalam dunia syuting, ia berpikir untuk menjadi model. Sementara itu, sang ayah melarangnya untuk menjadi model.

"Papa melarang saya jadi model karena Papa enggak pengen saya seksi seksi gitu, tapi teryata Papa saya juga yang mendukung saya untuk ikut Miss Indonesia. Saya disuruh olaraga, belajar Bahasa Inggris, dan suruh saya kirim formulirnya. Saya dipanggil audisi, lolos, dan yang lebih amazing lagi, saya wakil dari Sumut serta berhasil meraih 10 besar Miss Indonesia, puji Tuhan, itu benar-benar ,berkat Tuhan," ujar Acha

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved