Breaking News

Siti Anzaraini tak Takut Bersaing dengan Laki-laki

“Kami juga tidak takut bersaing dengan laki-laki, karena punya kesempatan yang sama untuk berkarier. Jadi yang dinilai bukan soal gendernya

Tribun Medan/Arifin Al Alamudi
Siti Anzaraini alias Cuni seorang Geologis di Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Ia merupakan satu dari ratusan pekerja perempuan di Tambang Emas Martabe 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Arifin Al Alamudi

 MEDAN, TRIBUN - Krek, krek, krek. Krek, krek, krek. Seorang perempuan menggores-gores susunan batu di hadapannya dengan benda runcing seperti pulpen.

Lalu ia memerhatikan kertas yang ada di dekat tangan kanannya. Kertas itu bergambar tabel. Sesekali ia menulisi kolom tabel tersebut dengan pulpen.

"Ini untuk mengukur kepadatan batu," ujarnya saat dihampiri wartawan Tribun-medan.com, Rabu (18/7/2018).

Ia adalah Siti Anzaraini, seorang Geologis di Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

"Semua batu hasil pengeboran tanah di kawasan tambang sejak awal produksi hingga sekarang dikumpulkan. Tugas kami adalah memeriksa kandungan batu tersebut, apakah mengandung emas atau tidak," jelasnya saat ditanya tentang apa yang sedang dilakukannya.

Baca: Obor Asian Games Sambangi Serdang Bedagai, Sekda Minta Atlet Tiru Muhammad Zohri

Perempuan berhijab dan berkulit putih ini menjelaskan satu per satu tahapan pekerjaannya setiap hari. Apa saja fungsi alat yang ia pakai, dan bercerita awal mula ia bekerja di Tambang Emas Martabe.

Siti Anzaraini alias Cuni seorang Geologis di Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Ia merupakan satu dari ratusan pekerja perempuan di Tambang Emas Martabe
Siti Anzaraini alias Cuni seorang Geologis di Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Ia merupakan satu dari ratusan pekerja perempuan di Tambang Emas Martabe (Tribun Medan/Arifin Al Alamudi)

Cuni, panggilan akrabnya, tamat kuliah Jurusan Teknik Geologi Institut Teknik Medan tahun 2006. 

Ia sempat berpikir, mencari pekerjaan bagi seorang perempuan lulusan Teknik Geologi jelas tak mudah. Begitu mendengar ada lowongan kerja sebagai geologis di Tambang Emas Martabe pada tahun 2006, ia tak ambil tempo dan langsung mendaftar.

Hasilnya: diterima. "Waktu itu sebagian besar geologis laki-laki, yang perempuan hanya dua orang, termasuk saya," kenangnya.

Selain bertugas menemukan kandungan pada batu, Cuni ternyata juga menemukan tambatan hatinya di Tambang Emas Martabe. Ia menikah dengan pria kelahiran Batangtoru pada tahun 2008 dan dianugerahi anak pertama setahun kemudian.

 Sejak saat itu ia memilih menetap bersama keluarganya di Batangtoru, Tapanuli Selatan.

"Kami bersyukur tidak ada larangan menikah dengan teman kerja, dan kebetulan kami memang beda departemen," ungkapnya.

Baca: Sejak Berumah Tangga, Marissa Nasution Anggap Singapura Tempat yang Layak Besarkan Si Buah Hati

Bahkan saat melahirkan anak pertama, Cuni merasa sangat terbantu dengan kebijakan Tambang Emas Martabe. Perusahaan memperbolehkan pulang ke rumah saat jam makan siang untuk menyusui si buah hati.

"Enggak semua perusahaan punya kebijakan seperti ini," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved