Siti Anzaraini tak Takut Bersaing dengan Laki-laki
“Kami juga tidak takut bersaing dengan laki-laki, karena punya kesempatan yang sama untuk berkarier. Jadi yang dinilai bukan soal gendernya
Namun setelah lima tahun bekerja, tepatnya pada 2011 Cuni angkat kaki dari Tambang Emas Martabe. Ia mencoba peruntungan ke perusahaan tambang lain.
Ibarat tak bisa pindah ke lain hati. Setelah empat tahun bekerja di tempat lain, Cuni mengundurkan diri dan kembali lagi bekerja di Tambang Emas Martabe.
"Sekarang sudah jauh berbeda. Pekerja perempuan lebih banyak. Di departemen ini, dulu geologis hanya dua, sekarang sudah 10 orang,” ungkap ibu yang kini memiliki tiga anak ini.
Dengan jumlah pekerja perempuan yang semakin banyak, Cuni merasa suasana bekerja makin nyaman. Terlebih para pekerja pria selalu santun dan menghargai pekerja perempuan.
Perusahaan, tambah Cuni, juga menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender pada semua karyawan. Saling menghargai dan dilarang keras melecehkan karyawan perempuan.
"Belum pernah ada kejadian laki-laki melecehkan atau merendahkan pekerja perempuan di sini. Kalau ada pasti bakal diberi peringatan atau diberhentikan," kata Cuni.
"Suami saya pun mengizinkan saya kembali bekerja di sini karena dia tahu suasana bekerja di sini sangat mendukung bagi seorang ibu seperti saya," tambahnya.
Terkait karier, perusahaan juga menciptakan iklim persaingan yang sehat antara pekerja pria dan wanita. Semua gender punya kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Sehingga semua pekerja berlomba-lomba menjadi yang terbaik.
“Kami juga tidak takut bersaing dengan laki-laki, karena punya kesempatan yang sama untuk berkarier. Jadi yang dinilai bukan soal gendernya tapi adalah kualitas dan kinerja kita," jelasnya.
Terbukti di Departemen Eksplorasi, salah satu posisi strategis diduduki oleh perempuan bernama Siti Khodijah. Ia menjabat sebagai Senior Spesialist Exploration, Operation and Safety PT Agincourt Resources.
"Selain itu perempuan yang merupakan penduduk lokal mendapat prioritas untuk diterima bekerja di sini dan bisa menduduki jabatan manajerial. Seperti saya, karena sudah menjadi penduduk lokal, jadi saya mendapat prioritas untuk bekerja lagi di sini," ungkapnya.
Baca: Dedek Laporkan Pengusaha Meubel ke Polrestabes Medan, Ditipu Jual-beli Kayu Damar
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources yang juga seorang perempuan bernama Katarina Siburoan Hardono menjelaskan keberagaman di Tambang Emas Martabe dijadikan sebagai norma, bukan sekadar angka-angka. Termasuk di dalamnya adalah keberagaman gender.
"Banyak perusahaan bertaraf internasional sudah membuktikan bahwa ada hubungan kuat antara kesuksesan sebuah perusahaan dengan keberagaman di dalamnya. Kami meyakini keberhasilan penerapan keberagaman gender akan membuat Tambang Emas Martabe jadi lebih sukses," ungkapnya pada pembukaan kegiatan Orientasi Lanjutan Media di Padangsidimpuan, Selasa (17/7/2018).
Pada acara bertema Tantangan dan Potensi Penerapan Inisiatif Keberagaman Gender di Dunia Pertambangan ini, Katarina membeberkan beberapa target yang ingin dicapai Tambang Emas Martabe.
Yakni mendongkrak jumlah pekerja perempuan menjadi 25 persen pada tahun 2019. Saat ini jumlahnya mencapai 20 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siti-anzaraini_20180731_223602.jpg)