Warga Paris Kesal dengan Kehadiran Tempat Buang Air Kecil Ramah Lingkungan Ini
Mereka telah meluncurkan empat urinoir di tempat-tempat yang sulit untuk ditemui toilet umum. Sedang yang kelima masih dalam perencanaan.
TRIBUN-MEDAN.Com - Beberapa saat yang lalu, warga Paris mendadak digemparkan dengan kemunculan satu set toilet ramah lingungan di jalanan kota.
Tempat pembuangan air kecil berdiri khas pria atau urinoir berwarna merah itu terpasang di Ile Saint-Louis. Tidak jauh dari Katedral Notre Dame, Kota Prancis.
Letaknya yang berdekatan dengan sungai tatkala mengundang perhatian pengunjung yang sedang melintas menggunakan perahu.
Penduduk di sekitar pun marah. Mereka merasa kehadiran benda itu sangat mengganggu.
Karenanya, mereka mengirimi surat ke Balai Kota Paris.
Mereka meminta agar benda tersebut segera disingkirkan. Bahkan, mereka sedang berencana membuat petisi untuk semakin menguatkan.
"Tidak perlulah menempatkan benda yang sangat tidak sopan dan jelek di tempat bersejarah seperti ini," kata pemilik toko kerajinan Venesia bernama Paola Pellizzari.
Apalagi, menurutnya, daerah tersebut berdekatan dengan tempat tinggal penyair terkenal abad 19 asal Prancis, Charles Baudelaire.
"Daerah ini berdekatan dengan hunian terindah di kota, Hotel de Lauzun, tempat tinggal Baudelair," katanya.
Kenyataan letak urinoir yang hanya 20 meter dari sebuah sekolah dasar membuat wanita itu menjadi semakin takut.
Ia takut nantinya akan semakin mendorong kehadiran ekshibisionis.
"Uritrottoir"merupakan kombinasi dari kata-kata bahasa Perancis yang berarti urinoir dan trotoar.
Perancangnya mencoba menawarkan sebuah solusi tempat buang air kecil publik yang ramah lingkungan.
Perangkat ini pada dasarnya berbentuk kotak yang terbuka di bagian depan. Serta terdpat pot bunga diatasnya.
Di dalamnya berisi jerami yang nantinya berubah menjadi kompos dan berguna untuk tumbuhan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tempat-pembuangan-air-kecil-ramah-lingkungan_20180814_204514.jpg)