Warga Paris Kesal dengan Kehadiran Tempat Buang Air Kecil Ramah Lingkungan Ini
Mereka telah meluncurkan empat urinoir di tempat-tempat yang sulit untuk ditemui toilet umum. Sedang yang kelima masih dalam perencanaan.
Tetapi penduduk Ile Saint-Louis mengatakan bahwa wadah itu, hanya akan merusak tampilan lingkungan mereka yang mewah.
Seorang warga lain yang berusia 50 tahun mengatakan bahwa kehadiran tempat itu sangat mengerikan.
“Kami diminta untuk menerima, sementara kami sama sekali tidak bisa menerima. Itu benar-benar menghancurkan warisan di pulau ini," ungkapnya.
Walikota setempat, Ariel Weil, saat dimintai keterangan bersikeras mengatakan kehadiran perangkat itu sangat diperlukan.
Mereka telah meluncurkan empat urinoir di tempat-tempat yang sulit untuk ditemui toilet umum. Sedang yang kelima masih dalam perencanaan.
"Jika kita tidak membuat ini, maka pria-pria akan buang air di jalanan," katanya.
"Kalau dirasa tempat yang sekarang ini benar-benar mengganggu orang, kami akan mencari lokasi lain," sambungnya.
Perwakilan Kelompok Feminis Perancis, Gwendoline Coipeault bahkan berpendapat bahwa kehadiran benda itu sangat diskriminatif.
"Benda itu dirancang mengikuti posisi laki-laki. Padahal laki-laki sulit untuk mengendalikan diri dan itu membuat semua masyarakat harus beradaptasi," katanya.
Ia menyayangkan kondisi ini justru semakin memengurangi kenyamanan pada ruang publik.
"Ini tidak masuk akal. Tidak ada yang perlu buang air kecil di jalan," ucapnya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tempat-pembuangan-air-kecil-ramah-lingkungan_20180814_204514.jpg)