Gratifikasi Seks Oknum Dosen Bikin Mahasiswi Frustasi dan Takut tak Lulus, Kampus Klarifikasi

Sang dosen mengancam minta diajak'jalan jalan' berduaan kala mau berkonsultasi menyusun proposal hingga ajakan hubungan intim.

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi/tribun

Wakil Dekan 3 FKM Paul Kawatu mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus dugaan gratifikasi seks di fakultas tersebut.

Sebut Kawatu, tim akan memanggil oknum dosen yang juga pejabat di FKM untuk diklarifikasi.

"Oknum dosen itu akan kita panggil dan klarifikasi," kata dia.

Menurut Kawatu, tim akan menyelidiki dengan mengacu pada keterangan serta bukti.

Tim juga akan meminta keterangan pada mahasiswi yang jadi korban.

"Dia akan kita lindungi penuh, jadi tak perlu takut bersaksi, " beber dia.

Sebutnya, tim akan bekerja secepat mungkin. Jika terbukti, maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi bagi oknum dosen tersebut.

"Ada hukumannya, kita koordinasi dengan pihak rektorat, " beber dia.

Dikatakan Paul, pasca terkuaknya dugaan gratifikasi seks pihak fakultas memberlakukan kebijakan bagi mahasiswa dan dosen.

Dosen pria dan mahasiswa wanita diimbau untuk tidak bersamaan tanpa didampingi orang lain.

"Kalau mau konsultasi harus didampingi orang lain," kata dia.

Menurut Paul, pihaknya selama ini bersikap terbuka atas keluhan mahasiswa.

Dia akan mendengar keluhan mahasiswa serta memberi solusi.

"Sebagai bidang kamahasiswaan saya sering dicurhati oleh para mahasiswa, ada yang tak punya uang dan lainnya, tapi tak pernah ada yang melapor soal gratifikasi seks, " katanya.

Seperti diketahui, gratifikasi seks di FKM terungkap menyusul pengakuan seorang mahasiswi semester akhir. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved