Suporter Tewas
Bentrok Suporter Persib vs Persija Sudah 95 Tewas Sejak 2005, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi menjelaskan, bentrok suporter Persib vs Persija sejak sudah menenaskan 95 orang sejak 2005
TRIBUN-MEDAN.COM - Bentrok Suporter Persib vs Persija Sudah 95 Tewas Sejak 2005, Begini Penjelasan Edi Rahmayadi
//
Laga sepakbola antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung selalu berlangsung panas acap kali kedua kubu bertanding.
Tensi tinggi tak hanya terjadi di lapangan saja.
Bahkan duel sepakbola yang tujuannya menjunjung tinggi sportivitas itu sering berujung perkelahian antar dua suporter.
Tak jelas akar permasalahan yang tak kunjung terselesaikan antara kedua kubu tersebut.
Perbuatan tak patut mulai dari mencaci dengan umpatan kasar hingga berujung anarkis kerap terjadi hampir di setiap pertemuan duel yang disebut 'El Clasico-nya Liga Indonesia'.
Bahkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat bentrokan sejak 2005 lalu.
"Ini berulang-ulang terus dari tahun 2005 sampai sekarang sudah 95 korban," ujar Edy saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).
Baca: Menguak Rumah Termahal di Dunia Harga Rp 19,5 Triliun versi Forbes, Pekerja 600, Simak Istimewanya
Baca: CPNS 2018 - Tahapan Pendaftaran CPNS di SSCN, Formasi Instansi Pusat & Pemda Klik Call Center
Edy menampik bahwa aparat kepolisian tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga menyebabkan Haringga Sirla tewas dikeroyok puluhan suporter Persib Bandung.
Hal tersebut didasari dengan data bahwa pihak penyelenggara menyediakan pengamanan ekstra melebihi partai pertandingan lainnya.
"Yang biasanya dalam satu pertandingan hanya 1500 dari pihak kepolisian dalam satu pertandingan. Karena sering kejadian antara Jakmania dan Bobotoh, ditingkatkan menjadi 4000 aparat dan kepolisian begitu ketat," katanya.
Namun sayangnya, banyak dari mereka yang diploting di dalam Stadion Gelora Bandung Lautan Api (SGBLA) guba mengantisipasi pengrusakan fasilitas di dalam stadion.
Selain itu, pengaman bagi pemain beserta official tim Persija Jakarta juga menjadi prioritas pihak kepolisian.
"Polisi full perketat pengamanan di dalam. Enggak tahunya terjadi, belum pelaksanan, terjadinya di luar. Saya belum bisa memastikan. Saat ini orang-orangnya (terduga pelaku) ada di tangan keamanan. Kita cari tahu supporter atau kriminal. Kita harus hukum yang terberat dan menyelesaikan masalah. Kita hukum tapi diagnosanya (harus) tepat," ungkap Edy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjelasan-edy-rahmayadi-di-ilc_20180926_054936.jpg)