MotoGP

MotoGP 2018, Marc Marquez Ternyata Tahu Masalah yang Bikin Rossi dan Vinales Melempem

"Bukan hanya motor, tetapi juga pola pikir pebalap. Mereka tidak merasa bahwa mereka akan berada di posisi atas," ujar Spencer.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
MotoGP.com
Valentino Rossi (kanan) menolak jabat tangan Marc Marquez (kiri) saat sesi konferensi pers MotoGP San Marino 2018, Kamis (6/8/2018). (MotoGP.com) 

"Bukan hanya motor, tetapi juga pola pikir pebalap. Mereka tidak merasa bahwa mereka akan berada di posisi atas," ujar Spencer.

Baik Rossi dan Vinales memang sudah lama mengeluhkan performa Yamaha M1 yang tidak mampu bersaing dengan Honda dan Ducati.

Marquez ikut angkat bicara soal penurunan performa motor-motor produsen berlambang garpu tala tersebut.

"Saya pernah berkendara di belakang Vinales di Aragon saat latiha bebas. Aneh memang, karena motor mereka sangat baik di akselerasi. Ia juga berkendara dengan baik tapi catatan waktunya tidak begitu baik," ungkap Marquez.

"Saya memang melihat beberapa kekurangan pada motor mereka, ada masalah dengan Yamaha. Tapi biarlah itu saya simpan sendiri. Anda harus memperbaiki kerentanan motor Anda masing-masing," ucap Marquez.

Ia menilai performa Zarco, yang juga memenangi beberapa seri di musim 2017, cukup aneh.

"Sejujurnya melihat performanya saat ini memang mengherankan. Ia sangat-sangat cepat di saat tes musim dingin lalu juga di seri pertama tahun ini," ucap Marquez seperti dikutip Speedweek.com, Senin (1/10/2018).

Marquez yang membalap untuk tim Repsol Honda mengungkapkan, perfoma Zarco kemudian menurun di beberapa seri. Zarco pun seperti memiliki masalah untuk mencatatkan waktu tercepat di tiap kualifikasi balapan.

"Ia padahal sangat cepat di musim lalu. Mengapa demikian? Saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut tapi sepertinya ia berada dalam masalah sejak mengumumkan kepindahannya dengan KTM di Jerez. Tapi saya mengharapkan yang terbaik untuknya," ucap Marquez.

Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis menolak keinginan Rossi agar timnya mau kembali 'jor-joran' secara teknis maupun finansial seperti pada musim 2004.

Pernyataan Valentino Rossi tersebut keluar menyusul rasa frustrasinya terhadap krisis yang dialami Yamaha pada ajang MotoGP sekarang.

Lin Jarvis  dan <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/valentino-rossi' title='Valentino Rossi'>Valentino Rossi</a>

Lin Jarvis dan Valentino Rossi

Puasa kemenangan selama 23 seri balap terburuk sepanjang sejarah tim menjadi salah satu pertanda semakin tertinggalnya Yamaha dari kompetitiornya pada ajang MotoGP.

Akan tetapi sang bos, Lin Jarvis, merasa ragu pihaknya dapat mewujudkan keinginan Valentino Rossi karena situasi yang berbeda.

Pria berkebangsaan Inggris itu juga tidak bisa memastikan kapan motor musim depan akan tersedia untuk diuji coba.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved