Ruhut Sitompul Berkicau setelah SBY Apungkan Permohonan Maaf pada Jokowi
Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan kesedihannya melihat partai yang sudah tidak bersamanya lagi itu.
Aku sedih melihat Partai Demokratbsemenjak Aku tinggalkan, sekarang ini Kader2nya pada Tdk Akurat Pernyataan2nya Akhir2 ini, 'Sampai Ketua Umumnya yg Aku Hormati Bapak SBY hrs menyampaikan Permohonan Ma’af Kepada Yth Bapak Joko Widodo Presiden RI ke 7 & Jaksa Agung RI' MERDEKA,"
Ruhut Sitompul, Mantan Anggota DPR RI
TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menanggapi permohonan maaf Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut tampak dari laman Twitter @ruhutsitompul yang diunggah pada Sabtu (29/9/2018).
Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan kesedihannya melihat partai yang sudah tidak bersamanya lagi itu.
Menurut Ruhut, semenjak dirinya tinggalkan, kader-kader Demokrat tidak akurat dalam memberikan pernyataan.
Baca: Eka Rahma Dicekik sebelum Diperkosa hingga Tewas, Tak Disangka Pelaku dan Motif Pembunuhan
Baca: Hotman Paris Tawarkan Jadi Asisten Pribadi, Begini Jawaban Selebgram Cantik Billa Barbie
Baca: Ditanya Lebih Cinta Angel Lelga atau Zaskia Gotik, Jawaban Vicky Prasetyo Bikin Raffi Ahmad Terkejut
Baca: Ini Deretan Film Hollywood yang Ditunggu Tayang pada 2019, Captain Marvel hingga Detective Pikachu
Baca: Viral Video King Kobra Kapuas Berdiam 4 Tahun Lamanya, Panji Petualang Berikan Analisisnya
Baca: Hotman Paris Sebut Lelaki Tak Boleh Nyinyir, Tak Pernah Bermasalah dengan Janda dan Rumah Butut
Baca: Bermula dari Aplikasi Perjodohan, Sempat Kencan, Ujung-ujungnya Si Pria Bawa Kabur Mobil Si Wanita
Ia pun kemudian mencontohkan jika hal itu bahkan sampai membuat SBY meminta maaf ke Jokowi dan Jaksa Agung.
"Aku sedih melihat Partai Demokratbsemenjak Aku tinggalkan, sekarang ini Kader2nya pada Tdk Akurat Pernyataan2nya Akhir2 ini,
'Sampai Ketua Umumnya yg Aku Hormati Bapak SBY hrs menyampaikan Permohonan Ma’af Kepada Yth Bapak Joko Widodo Presiden RI ke 7 & Jaksa Agung RI' MERDEKA," tulis Ruhut Sitompul.

Permohonan Maaf SBY
SBY menuliskan permintaan maaf atas pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief terkait alasan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut yang membelot menjadi kader Partai NasDem.
Hal itu disampaikan SBY melalui laman Twitternya, @SBYudhoyono, pada Jumat (28/9/2018).
SBY dalam kicauannya menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko Wido dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo atas kicauan Andi Arief.
SBY juga menyebutkan bahwa pernyataan Andi Arief berlebihan dan keras.
Baca: Dewi Perssik Beberkan Honor Fantastis yang Diterimanya saat Manggung dan Ungkap Rahasia Tetap Eksis
Baca: Lina seolah Menghilang setelah Bercerai, Sule Heran kenapa Mantan Istrinya Tak Pernah Hubungi Anak
Baca: Udar Fakta Penjahat Kambuhan yang Dikeroyok dan Tewas, Kronologi hingga Pengakuan Sang Adik
Baca: Hotman Paris Kesal Diberi Cokelat saat Dimintai Tolong Bantu Kasus Penipuan: Lu Kasih Berlian Dong
Baca: Bikin Menu Sambal Patah Hati, Luna Maya Beberkan Makna di Balik Nama Sambalnya Tersebut
Baca: Pertama Kali Lihat Isi Dompet Ruben Onsu sejak Menikah, Sarwendah Terharu Lihat Benda di Dalamnya
Baca: Cristiano Ronaldo Kembali Mengukir Sejarah, Kali Ini Bersama Juventus
Namun, SBY mengungkapkan bahwa pernyataan Andi Arief itu adalah perwakilan dari perasaan kader Demokrat lainnya yang tidak terima karena partai dan pemimpinnya dilecehkan Partai Nasdem.
Berikut kicauan lengkap SBY mengenai hal tersebut.
"Saya minta maaf kpd Presiden Jokowi & Jaksa Agung atas "tweet" Bung Andi Arief (AA), kader Demokrat, yg terlalu keras *SBY*
Pernyataan spontan AA tsb mungkin berlebihan & membuat tak nyaman Pak Jokowi & Pak Prasetyo *SBY*
Saya tahu AA mewakili perasaan jutaan kader Demokrat yg tidak terima partai & pemimpinnya dilecehkan oleh Partai Nasdem *SBY*
Penjaketan Ketua DPD PD Sulut Vicky Lumentut (jadi kader Nasdem) secara demonstratif tadi malam memang sangat melukai *SBY*
Baca: Marc Marquez Senang Rasakan Perbedaan Motor Prototipe 2019 Tunggangannya, Beber Keunggulannya
Baca: Bikin Menu Sambal Patah Hati, Luna Maya Beberkan Makna di Balik Nama Sambalnya Tersebut
Baca: Reuni 212, Anies Baswedan Sampaikan Pidato, Rumah DP Nol Rupiah hingga Reklamasi Teluk Jakarta
Baca: Ingin Keluar dari Grup WhatsApp tanpa Ketahuan? Ikuti 3 Langkah Mudah Berikut Ini
Baca: Menilik Sumber Kekayaan Keluarga Jusup Maruta Cahyadi Sang Crazy Rich Surabayan
Baca: Viral Pernikahan Crazy Rich Surabayan, Tonton Video Prewedding di Lima Benua
Baca: Gadis Remaja 13 Tahun Disetubuhi Ayah Tirinya hingga Hamil, Sang Ibu Rela Putrinya Dinikahi Suaminya
Meskipun saya yakin Pak Jokowi tidak tahu-menahu, beliau pasti bisa rasakan perasaan kader Demokrat. Semoga dapat dipetik hikmahnya *SBY*
Saya juga yakin Presiden Jokowi ingin pemilu ini berlangsung secara damai & tak ada perilaku politik yg melampaui batasnya *SBY*," tulis SBY.

Tudingan Wasekjen PD Andi Arief
Diketahui, Andi Arief melalui laman Twitter @AndiArief__ pada Jumat (28/9/2018), menuding Kejaksaan Agung sebagai alat politik Partai Nasdem.
Andi menuding bahwa Kejaksaan Agung menggunakan kekuasaannya sebagai lembaga penegak hukum untuk kepentingan politik.
Selain itu, Andi Arief juga menuding bahwa Presiden Jokowi mengetahui dan terlibat dalam hal tersebut.
"Jokowi ini tahu apa pura2 gak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power jaksa agung yang menjadi ketua DPD Nasdem propinsi kejaksaan?
Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden.
Kejaksaan jadi alat politik Nasdem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat.
Jokowi, kejaksaan dan Nasdem apa harus menunggu SBY menyerukan rakyat turun ke jalan untuk mengakhiri kebobrokan hukum yang digunakan untuk politik?" tulis Andi Arief.

Tanggapan Nasdem
Di sisi lain, Nasdem melalui Johnny G. Plate selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) mengatakan apabila beralihnya kader dari partai satu ke partai lainnya tidak menjadi ranah presiden.
Oleh karena itu, Plate mengatakan jika permasalahan ini terlalu kecil jika sampai dibawa ke tingkat orang nomor satu RI.
"Itu terlalu kecil masalah itu untuk dibawa ke tingkat presiden. Itu bukan masalahnya presiden. Kalau perpindahan satu ke partai lain, caleg partai satu ke caleg partai lain itu urusan parpol," ujar Plate di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018)," dikutip Kompas.com.
Lebih lanjut, Plate mengaku enggan menanggapi lebih jauh tudingan Andi Arief.
Menurutnya hal itu justru akan menghabiskan energinya.
“Saya terus terang tidak menanggapi komentar Andi Arief di Twitter karena kalau semua komentar di Twitter dikomentari habislah energi kita, waktu kita. Yang pasti NasDem berpolitik jalan lurus untuk peningkatan demokrasi kita,” kata Plate.
Meski begitu, Plate menyatakan jika cuitan Andi Arief harus diseriusi lantaran menyinggung tagar ganti presiden.
Ia mengatakan apabila pergantian presiden telah diatur dalam konstitusi.
“Nah itu mekanismenya sudah diatur melalui UU dimana prosesnya akan berjalan melalui proses impeachment di DPR RI, MK, dan sidang MPR. Di luar itu namanya kudeta dan tidak sesuai amanat konstitusi,” imbuhnya.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
Artikel Ini Sudah Tayang di Tribun dengan Judul SBY Minta Maaf ke Jokowi, Ruhut Sitompul: Akhir-akhir Ini Pernyataan Kader-kadernya Tak Akurat