Rupiah Makin Loyo BI Pastikan Masih Aman, Begini Penjelasannya
Mirza menjelaskan, indikator CAR di semua bank, mulai dari bank BUKU I-BUKU IV, tercatat pada posisi yang baik.
TRIBUN-MEDAN.com-Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar rupiahyang sudah mencapai Rp 15.100 per dollar AS hari ini masih aman.
Aman yang dimaksud dalam arti tidak sekadar dilihat dari level depresiasi atau pelemahannya, melainkan turut mempertimbangkan indikator lain baru mengambil penilaian secara keseluruhan apakah depresiasi rupiah saat ini mengkhawatirkan atau tidak.
"Masih aman, yang penting supply dan demand-nya masih jalan. Banking sector-nya juga kuat, CAR (Capital Adequacy Ratio/rasio kecukupan modalbank)-nya di atas 20 persen," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat ditemui di kantornya, Kamis (4/10/2018).
Mirza menjelaskan, indikator CAR di semua bank, mulai dari bank BUKU I-BUKU IV, tercatat pada posisi yang baik. Adapun CAR yang sehat untuk sebuah bank paling tidak sebesar 8,5 persen serta 14 persen dengan risiko minimum.
Mengenai likuiditas, Mirza memastikan BI tetap memperhatikan likuiditas di pasar. Meski belum lama ini suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate naik 25 basis poin (bps) jadi 5,75 persen.
"BI memang naikkan bunga, tapi bunga yang kami lihat di pasar term deposit, kalau BI sudah naikkan 150 bps, bunga di pasar term deposit kenaikannya belum sampai 150 bps, jadi masih terkendali," tutur Mirza.
Selain itu, BI juga menyediakan fasilitas term repo dalam rangka menambah likuiditas jika rupiah mengetat. Fasilitas itu akan dipakai ketika memerlukan langkah untuk menjaga likuiditas rupiah di pasar.
"Tapi, saat ini likuiditas masih cukup. BI pasti memperhatikan itu. Kalau lihat kurs, jangan lihat angka Rp 15.000-nya, tapi lihat bagaimana volatilitasnya, bagaimana supply dan demand-nya," ujar Mirza.
Pelemahan kurs terjadi karena ekspetasi kenaikan suku bunga oleh The Fed hingga beberapa tahun ke depan, penguatan mata uang dollar AS, serta eskalasi perang dagang.
Adapun kurs tengah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) per hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp 15.133.
Loyo Karena Defisit Italia
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, kondisi rupiah yang semakin melemah terhadap dollar AS disebabkan karena faktor eksternal.
Ia memastikan pelemahan rupiah tak ada kaitannya dengan musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
"Tidak (berhubungan dengan bencana). Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar yang sangat dominan pada saat yang lalu. Kita lihat sentimen kemarin adalah Italia yang defisitnya besar," kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
"Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN, lalu ada sentimen yang lain. Mayoritas ini masalah eksternal," tambah dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rupiah-dan-dollar_20180905_091200.jpg)