Rupiah Makin Loyo BI Pastikan Masih Aman, Begini Penjelasannya
Mirza menjelaskan, indikator CAR di semua bank, mulai dari bank BUKU I-BUKU IV, tercatat pada posisi yang baik.
Sri Mulyani memastikan, pemerintah terus bekerja agar faktor-faktor eksternal tersebut tak membuat rupiah semakin anjlok.
Menurut dia, Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter sudah melakukan langkah-langkah bauran kebijakan.
Pemerintah dari sisi fiskal juga terus akan melaksanakan berbagai langkah yang sebelumnya sudah diputuskan bersama sebagai langkah mengantisipasi pelemahan rupiah. Salah satunya dengan memonitor impor barang.
"Utamanya impor barang konsumsi dan diproduksi dalam negeri, 1.147 itu nanti akan kami lihat laporannya setiap minggu dan posisi terakhir sudah menunjukkan penurunan," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.
Pemerintah juga, lanjut dia, terus menggenjot penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak
"Tapi kita akan lihat karena akhir September terjadi kenaikan dan kami akan lihat. Dengan adanya bencana seperti ini akan ada kebutuhan, dan kami akan melihat apa yang sifatnya temporer dan sifatnya tren atau kecenderungan," ucap Sri Mulyani.
Pada Kamis (4/10/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 15.133. Rupiah melemah 0,3% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Posisi rupiah hari ini menjadi yang terlemah sejak kurs acuan diperkenalkan pada 20 Mei 2013. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rupiah-dan-dollar_20180905_091200.jpg)