Ratna Sarumpaet Ditangkap
5 Fakta Ratna Sarumpaet, Ajukan Proposal ke Gubernur Anies Baswedan, ke Chili Dapat Uang Saku
Usai jadi tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
5 Fakta Ratna Sarumpaet, Ajukan Proposal ke Gubernur Anies Baswedan, ke Chilie Dapat Uang Saku
TRIBUN-MEDAN.COM - Usai jadi tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoaks), Ratna Sarumpaet masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
//
Deretan fakta-fakta soal keberangkatan Ratna Sarumpaet menuju Chile. Aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hattapada Kamis (4/10/2018) malam.
Ratna ditangkap atas kasus penyebaran hoaks soal kabar dirinya menjadi korban pemukulan.
Saat ditangkap, Ratna tengah berada di dalam pesawat.
Baca: Duh, Nasib Atiqah Hasiholan dan Rio Dewantoro akibat Hoaks Ratna Sarumpaet, Sasaran Haters
Diketahui, ia akan berangkat menuju Santiago, Chili untuk menghadiri acara The 11th Woman Playwrights International Conference (WPIC) 2018.
Dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta soal rencana keberangkatan Ratna Sarumpaet ke Chili.
1. Mengajukan proposal ke Gubernur DKI Jakarta.
Berdasarkan release yang dikeluarkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Ratna Sarumpaet sempat mengajukan proposal keberangkatannya ke Chili pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Hal tersebut diungkapkan Asiantoro selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.
Asiantoro mengungkapkan proposal yang dikirim Ratna tertanggal 31 Januari 2018.
Proposal tersebut diterima Anies Baswedan dan kemudian didisposisikan pada Disparbud.
2. Ratna Sarumpaet jadi juru bicara WPIC 2018 di Santiago, Chili.
Dalam proposal yang dilampirkan Ratna Sarumpaet, terdapat undangan yang ia terima dari WPIC.
Baca: CPNS 2018 - Penerimaan CPNS 2018, Update BKN Sudah 1,5 Juta Pelamar Mendaftar via sscn.bkn.go.id
Tanggal pengiriman tertulis 17 Oktober 2017.
Dalam undangan tersebut, Ratna diminta menjadi juru bicara dalam WPIC yang akan digelar pada 7 hingga 12 Oktober 2018 mendatang.
3. Keputusan Ratna Sarumpaet mengirim proposal pada Gubernur DKI Jakarta untuk berangkat ke Chili.
Bukan tanpa alasan Ratna mengirim proposal soal keberangkatannya ke Chili untuk menghadiri WPIC pada Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.
Ratna Sarumpaet mengungkapkan ialah orang yang memperjuangkan WPIC bisa digelar di Indonesia, Jakarta dan Bali, pada 2007 silam.
Karena hal tersebut, Ratna memutuskan meminta kesediaan Anies dalam mempertimbangkan kemungkinan untuk memfasilitasi kehadirannya di WPIC yang digelar di Chili.
4. Pemprov DKI beri uang saku Rp 70 juta untuk Ratna Sarumpaet
Proposal yang dikirim Ratna Sarumpaet pada Pemprov DKI Jakarta mendapat respon.
Baca: Sindir Fahri Hamzah Bela Ratna Sarumpaet, Ruhut Sitompul: Sudah Salah, eh Masih Ngeles
Asiantoro membenarkan Ratna berangkat ke Chili atas rekomendasi Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, Ratna mendapat uang saki sebesar Rp 70 juta untuk akomodasi.
"Tiket, uang saku dan hotel. Sekitar 60 sampai 70 (juta)an. Itu untuk biaya pulang pergi," kata Asiantoro saat dikonfirmasi Tribunnews, Kamis (4/10/2018).
5. Ratna Sarumpaet tidak pergi mendadak.
Asiantoro mengungkapkan kepergian Ratna bukanlah hal yang mendadak.
Pasalnya, proses pengajuan proposal hingga mendapat respon membutuhkan waktu lebih dari sebulan.
"Saya lupa tuh konferensi world women gitu. Itu prosesnya bisa sebulan lebih. Dari sebulan yang lalu kalau nggak salah. Nggak baru, kan prosesnya panjang," kata Asiantoro.
Ia menyebutkan ramainya pemberitaan Ratna Sarumpaet berangkat ke Chili karena berbarengan dengan pernyataan hoaks yang ia katakan beberapa hari kemarin.
"Karena berbarengan mau berangkat jadi rame. Nggak mungkin ujug-ujug berangkat," lanjutnya.
Baca: KURS DOLLAR - Rupiah Tembus Rp 15.182 Per Dollar AS Kamis (5/10/2018), Darmin Nasution Angkat Bicara
Baca: MotoGP 2018: Valentino Rossi & Vinales Bangkit! Tim Yamaha Melesat Terdepan di FP1 MotoGP Thailand
TAUTAN: Fakta-fakta Rencana Ratna Sarumpaet ke Chile, Dapat Uang Saku Rp 70 Juta dari Pemprov DKI Jakarta