Melestarikan Songket Deli dengan Tenun Tradisional

Setelah lulus kuliah animasi, bujukan sang ibu untuk ikut melestarikan songket Deli akhirnya membuat hati Irfania luluh.

TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
IRFANIA Ramadhani Lubis dan beberapa motif songket Deli hasil rancangannya saat ditemui di Galeri Songket Deli, Jl. Sei Beras, Medan, beberapa waktu lalu. 

“Kalau poliester rayon dan katun, butuh waktu sekitar satu bulan. Sedangkan untuk songket dari bahan sutra, waktunya lebih lama, bisa menapai dua bulan. Ada beberapa proses yang dilakukan untuk menenun songketDeli. Mulai dari menggulung benang, menghani yaitu proses dimana benang diolah dengan suatu teknik supaya membentuk silangan agar saat ditenun benangnya mengikat. Selanjutnya benang digulung ke papan. Kemudian benang yang digulung di sosok  (masukkan) ke sisir dan karap. Selanjutnya benang siap dimotif dan ditenun,” katanya.

Perbulan, kata Irfania, Galeri Songket Deli mampu memproduksi 35-50 kain songket Deli. Harga bervariasi tergantung bahan songket, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Cari Penenun hingga ke Sekolah Anak Cacat

AGAR semakin banyak penenun yang menenun songket Deli, Galeri Songket Deli pun merekrut penenun melalui berbagai pelatihan. Di Medan, Galeri Songket Deli telah melatih guru-guru Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Medan. Ada sembilan guru yang dilatih. Selanjutnya, kesembilan guru ini, kata Irfania, akan melatih siswa-siswa yang ada di YPAC.

“Semua penenun yang dimiliki Galeri Songket Deli dan guru-guru yang dilatih adalah perempuan. Memang untuk penenun, budaya di Sumut masih lebih ke perempuan. Berbeda dengan di Jawa,” ujarnya.

Irfania berharap, ibu-ibu yang ingin mendapat tambahan pemasukan atau berminat menenun, boleh bergabung dengan Galeri Songket Deli. Dikatakan Irfania, jika ada ibu-ibu yang tertarik, Galeri Songket Deli akan memberi pelatihan dan meminjamkan alatnya. Artinya tidak harus menenun di galeri, di rumah juga bisa,” katanya.

Irfania berharap, keberadaan Galeri Songket Deli dapat menjaga salah satu warisan budaya dari Tanah Deli. Seiring dengan itu, Irfania juga berharap semakin banyak orang yang mencintai dan memakai songket Deli. Tidak hanya untuk suku Melayu saja, tetapi juga semua suku. Tidak hanya dipakai untuk acara formal, tetapi juga semi formal.(*)

Biofile

Nama   : Irfania Ramadhani Lubis

Lahir: 12 Maret 1993

Pendidikan: S1 Animasi Universitas Bina Nusantara (2014)

Pekerjaan: Creative Director IR & R Galeri Songket Deli

Alamat: Jl. Sei Beras No. 5 Medan, Telp: 061-88817766

Media sosial: Songket Deli (IG)

Penghargaan

1.      Mitra Binaan Telkom (2015-skrg)

2.      Mitra Binaan BI (2015-skrg)

3.      Short Course Fashion and Textile International Bisnis Readiness dari Australian Award Indonesia tahun 2017 di Australia

4.      Pemenang Provinsi Satu Indonesia Awards tahun 2017 tingkat Sumatera Utara

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved