News Video

VIDEO: Kondisi Terkini Jalan Lintas di Perbatasan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara

Kondisi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, tepatnya di Batu Jomba, rusak parah

Penulis: Tulus IT | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Sejumlah kendaraan melintas di jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, tepatnya di Batu Jomba, rusak parah, Kamis (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI SELATAN - Kondisi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, tepatnya di Batu Jomba, rusak parah.

Antrean kendaraan kembali mengular beberapa kilometer. Akibatnya, petugas kepolisian melakukan sistem buka-tutup jalan.

Ruas badan jalan yang dapat dilalui sekitar tiga meter, hanya cukup untuk dilintasi satu unit kendaraan roda empat.

Di samping itu, ruas jalan ini tampak begitu membahayakan karena langsung berada di tepi jurang.

Kondisi jalan yang berlumpur dan tanah yang lembek kian menyulitkan kendaraan yang melintas.

"Sangat bahaya, makanya harus pandai sopir yang mengendarai kalau melintas di sini. Lihatlah, jalannya lumpur, habis itu sebelahnya jurang, rawan sekali longsor," ujar seorang sopir Irwansyah saat menunggu antrean kendaraan, Kamis (17/10/2018).

Tonton video kondisi jalan;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Hari Ini Kemenkumham Mengumumkan Peserta Lolos Administrasi CPNS

Viral Aksi Ngedrif di Tikungan padat Kendaraan, ternyata Motifnya Bikin Miris, Ini Videonya

Sering Disepelekan namun 6 Benda yang Ada di Kamar Tidur Ini Bisa Sebabkan Kanker

Sopir truk pengangkut minyak CEO kepala sawit ini mengaku sudah bermalam menunggu antrean untuk dapat melintas.

Irwansyah mengatakan, kondisi jalan ini sudah sedemikian rupa rusaknya sejak dulu.

Meski sempat diperbaiki, jalan akan kembali rusak beberapa waktu kemudian.

"Karena katanya tanah di daerah ini bergerak, jadi jalannya rusak terus," katanya.

Irwansyah mengatakan, kondisi inii sangat merugikan para sopir truk seperti dirinya.

"Kalau biasanya sampai tiga hari, ini bisa empat hari. Habis-habis di uang jalan. Apalagi kayak begini, kami menginap, uang makan habis," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved