Setelah Marahi Menkes dan Direksi BPJS, Jokowi Ditantang Ketua IDI, Ini Solusi Defisit BPJS

"Saya pikir di benak presiden sudah ada solusinya tapi Bapak belum mengemukakan. Nah kami ingin mendengarnya di sini."

Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Presiden Joko Widodo menghadiri Muktamar XXX IDI di Jakarta, Kamis (25/10/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo sempat memarahi jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan akibat defisit yang dialami badan ini.

Kekesalan ini dilontarkan Jokowi saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di JCC, Senayan, Rabu (17/10/2018).

"Harus kita putus tambah Rp 4,9 triliun. Ini masih kurang lagi. 'Pak masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun'. Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta," kata Jokowi.

Jokowi meminta Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada.

Jokowi mengakui, menyelenggarakan jaminan kesehatan di negara yang besar seperti Indonesia tidaklah mudah.

Namun, jika sistem dibangun secara benar, Jokowi meyakini BPJS bisa terhindar dari defisit keuangan.

"Saya sering marahi Pak Dirut BPJS, tapi dalam hati, saya enggak bisa keluarkan. Ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Artinya, Dirut BPJS ngurus berapa ribu rumah sakit. Tapi sekali lagi, kalau membangun sistemnya benar, ini gampang," kata Jokowi.

Baca: Ngaku Polisi dan Rampok Supir Taksi Online, Kedua Kaki Budi Ditembus Timah Panas

Baca: Sule Berangkatkan Keluarga Mantan Istri Umroh, Ini Satu Sosok yang Menolak Ikut

Baca: Temuan Polisi di Balik Tewasnya Satu Keluarga di Rumah, Frans Siapkan secara Matang

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga turut menegur Menteri Kesehatan Nila F Moeloek karena Presiden harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan defisit yang melanda BPJS Kesehatan.

Padahal, menurut dia, masalah defisit ini harusnya bisa selesai di tingkat kementerian.

Ia meminta hal ini tak terulang pada tahun depan.

"Masa setiap tahun harus dicarikan solusi. Mestinya sudah rampunglah di (tingkat) Menkes, di dirut BPJS. Urusan pembayaran utang rumah sakit sampai Presiden. Ini kebangetan sebetulnya. Kalau tahun depan masih diulang kebangetan," kata Jokowi.

Baca: Bantu Bocah yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Anak Hotman Paris Sisihkan Uang Jajan

Baca: Pria Tua Pukuli Menantu di Tempat Umum, Murka Putrinya Diperlakukan Semena-mena

Baca: Dewi Perssik Gandeng Hotman Paris Somasi Keponakan Sendiri, Dituding Punya Dada dan Bokong KW

Nah dalam Muktamar XXX IDI di Samarinda, Kamis (25/10/2018), giliran Jokowi yang ditodong Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesian ( IDI) Ilham Oetama Marsis untuk memaparkan solusi menghadapi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.

Tantangan itu disampaikan Ilham saat Presiden Jokowi menghadiri Muktamar XXX IDI di Samarinda, Kamis (25/10/2018).

Ilham mengatakan, Indonesia sebenarnya bisa mencontoh negara-negara yang fasilitas jaminan kesehatannya mengalami defisit seperti Ghana dan Inggris.

Ia pun mengaku ingin mendengar solusi dari Jokowi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved