Setelah Marahi Menkes dan Direksi BPJS, Jokowi Ditantang Ketua IDI, Ini Solusi Defisit BPJS
"Saya pikir di benak presiden sudah ada solusinya tapi Bapak belum mengemukakan. Nah kami ingin mendengarnya di sini."
"Saya pikir di benak presiden sudah ada solusinya tapi Bapak belum mengemukakan. Nah kami ingin mendengarnya di sini," kata Ilham yang disambut tepuk tangan dari peserta IDI.
Baca: Terungkap Penampakan Kamp Penahanan Jutaan Muslim Uighur yang Disembunyikan China!
Baca: Nikita Mirzani Pingsan Tiba-tiba - Kronologi dan Kabar Terkini, Diduga Nikita Hamil Anak Dipo Latief
Jokowi yang menyampaikan sambutan setelahnya pun langsung memberikan jawaban terkait solusi defisit BPJS Kesehatan.
Ia mengklaim sudah memahami persoalan yang menyebabkan BPJS Kesehatan defisit.
"Saya sudah tahu semuanya. Nanti saya akan ajak bicara. Ini Masalah manajemen, masalah sistem. Tahu semuanya saya. Kuncinya ada di mana tahu?" kata Jokowi.
Jokowi mengaku memahami persis masalah BPJS Kesehatan karena pada saat menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta juga menerapkan program jaminan kesehatan serupa.
Di Solo dan Jakarta, menurut Jokowi, program jaminan kesehatan yang dulu ia terapkan juga sempat bermasalah.
Bahkan, polemik yang muncul itu terus berlangsung hingga hampir satu tahun.
"BPJS ini sudah empat tahun. Perhitungan saya dua tahun, ini sudah empat tahun. Tapi enggak apa-apa, nanti saya diskusi dengan Pak Fahmi (Dirut BPJS) dan Pak Ilham," kata Jokowi.
Baca: PERISTIWA Pembunuhan Sekeluarga di Samosir dan Palembang, Ahli Ungkap Hal Mengejutkan Ini
Baca: OTT KPK Hari Ini, 14 Orang, Termasuk Anggota DPRD Kalteng, Respons Wakil Ketua DPRD Kalteng
Jokowi pun mengaku enggan memaparkan solusi defisit BPJS di atas panggung terbuka.
Ia khawatir solusi yang ia paparkan justru menimbulkan polemik. "Jadi enggak usah saya jawab di sini dulu. Karena kalau kita jawab terbuka ramainya ke mana-mana," kata dia.
Kendati demikian, Jokowi di akhir pidatonya memberi sinyal bahwa pemerintah akan mensubsidi BPJS kesehatan.
"Kita ingat subsidi BBM energi pernah mencapai Rp 400 triliun. Lah ini untuk kesehatan kok masa enggak diberikan. Ya kira-kira jawabannya kurang lebih anunya itu. Kurang lebih," tutup Jokowi disambut tepuk tangan para dokter yang hadir.
Terpisah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum tahu soal rencana subsidi dari pemerintah.
Pimpinan BPJS Kesehatan belum pernah diajak rapat untuk membahas masalah subsidi ini.
Hal ini disampaikan Kepala Humas BPJS M Iqbal Anas Ma'ruf menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang memberi sinyal bahwa pemerintah akan memberi subsidi kepada BPJS Kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/muktamar-idi_20181026_153612.jpg)