Rendam Petani Karena Hasil Panen Buruk, Wakil Perdana Menteri Ini Dipecat

Dituliskan keterangan bahwa keenam pria tersebut adalah para petani yang dihukum karena buruknya hasil panen.

BBC
Foto para petani yang direndam di saluran air karena dianggap gagal memberikan panen gandum yang diharapkan tersebar luas di media sosial Uzbekistan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Wakil Perdana Menteri (PM) Uzbekistan Zoyir Mirzayev dipecat usai mempermalukan sekelompok petani di muka publik.

Sebelumnya, di sosial media beredar foto yang memperlihatkan enam orang pria berdiri di dalam sebuah selokan dengan air setinggi lutut.

Bersama foto itu dituliskan keterangan bahwa keenam pria tersebut adalah para petani yang dihukum karena buruknya hasil panen.

Kemunculan foto itu di media sosial memicu kemarahan warga terhadap perilaku itu.

Warganet juga merasa heran karena keenam orang itu sama sekali tidak melawan.

Situs berita Kun.uz kemudian mengirimkan reporternya ke lokasi kejadian yaitu sebuah pertanian di distri Oqqo'rg'on, tak jauh dari ibu kota Tashkent.

Di sanalah sang reporter mendapatkan sisi lain dari insiden itu.

Pejabat setempat Sherzod Murodov mengatakan, wakil PM Mirzayev ternyata menyaksikan langsung hukuman tersebut.

Dan, salah seorang pria yang "direndam" di dalam saluran air itu tak lain dan tak bukan adalah Sherzod Murodov.

Seorang saksi mata kepada Radio Liberty siaran bahasa Uzbek mengatakan Mirzayev mengeluarkan sumpah serapah kepada keenam orang itu.

"Jika kalian tidak bisa mengairi gandum, maka kalian yang akan saya rendam!" ujar saksi mata itu menirukan Mirzayev.

Mirzayev kemudian memaksa keenam orang itu masuk ke dalam saluran air selama setengah jam sebagai hukuman karena gagal mengairi ladang gandum mereka.

Setelah kabar ini merebak, kementerian tenaga kerja langsung membuka saluran telepon khusus untuk siapa saja yang memiliki informasi insiden tersebut.

Di saat yang sama, para pengguna Facebook menggelar kampanye media sosial dengan menampilkan foto mereka berdiri di dalam saluran air untuk menunjukkan solidaritas.

Kondisi nampaknya semakin buruk bagi sang wakil perdana menteri apalagi setelah foto lain muncul di media sosial.

Sumber: bbc
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved