Viral Medsos

5 Fakta Bergulirnya Kasus 'Tampang Boyolali', Hingga Tim Praboawo Heran soal Pengakuan Jokowi

Andre Rosiade mengatakan bahwa pidato Prabowo soal 'Tampang Boyolali' sengaja 'digoreng'

5 Fakta Bergulirnya Kasus 'Tampang Boyolali', Hingga Tim Praboawo Heran soal Pengakuan Jokowi
Kolase Tribun Jabar
Joko Widodo dan Prabowo Subianto 

Tiba-tiba, laki-laki pedagang ikan tersebut nyeletuk, “Saya orang Boyolali lho, pak Jokowi.”

Mendengar celetukan itu, Presiden Jokowi tersenyum. “Oh, Boyolali...” kata Jokowi.

Kemudian, si pedagang mengatakan, kampung halamannya di Boyolali, tepatnya berada di Sambi.

Jokowi mengatakan, ia juga berdarah Boyolali.

“Kalau saya di Ngemplak,” timpal Jokowi dengan menggunakan bahasa Jawa yang dikutip dari Kompas.com. 

Jokowi blusukan sekitar 30 menit di Pasar Anyar.

Selain membeli ikan, Jokowi juga membeli tahu, tempe, melinjo, petai, daging sapi, dan jeruk peras. Setelah itu, Jokowi kembali menggunakan motornya menuju Kantor Wali Kota Tangerang untuk mengikuti senam bersama warga. 

Saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di Gedung ICE BSD, Serpong, Tangerang, Minggu (4/11/2018), Jokowi lagi-lagi mengatakan, dirinya banyak ditimpa isu miring, termasuk soal silsilah keluarganya.

"Selama ini, selama 4 tahun saya diam. Tapi kini saya harus jawab. Saya harus ngomong," ujar Jokowi.

Drinya dituding memiliki orangtua keturunan Tiongkok asal Singapura bernama Oey Hoi Liong.

Dia membantah keras hal itu. "Bapak ibu saya itu orang desa di Boyolali," katanya.

Ibunda Jokowi, Sujiatmi lahir dan tumbuh di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sementara ayah Jokowi, Notomiharjo menjalani masa muda dan sekolah di desa itu bersama kakek dan neneknya.

4. Tim Pemenangan Prabowo Heran

Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku heran atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku sang bapak berasal dari Boyolali.

Andre Rosiade, Juru Bicara Pemenangan Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menyebut , Jokowi pernah menyatakan sang bapak berasal dari Karanganyar.

"Agak lucu juga ya, beberapa bulan lalu Pak Jokowi bilang bapaknya orang Karanganyar, ibunya orang Boyolali. Lalu di saat ada kasus Boyolali, Pak Presiden bilang bapak dan ibunya orang Boyolali. Kok bisa berubah? Ini berbahaya lho," ujarnya.

"Urusan bapaknya saja dia bisa berbeda-beda. Apalagi urusan janji sama rakyat," lanjut Andre kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

5. Bupati Boyolali Dilaporkan Tim Prabowo

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) akan mengkaji laporan dugaan keberpihakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati Boyolali Seno Samodro.

Seno dilaporkan oleh Advokat Pendukung Prabowo atas tuduhan keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, sehingga menguntungkan pihak tersebut sekaligus merugikan pihak lainnya.

Mereka menuding Seno tak netral karena telah menyerukan kepada masyarakat Boyolali untuk tak memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu 2019.

"(Laporan) baru kan, baru masuk , masih dikaji dulu," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

Menurut Bagja, ajakan seseorang untuk tidak memilih salah satu kandidat dan memilih kandidat tertentu, bisa disebut sebagai kampanye.

Meski demikian, Bagja tidak secara khusus menyebut tindakan Seno merupakan bentuk kampanye.

"Ya sama kan kayak (istilah) dua periode, itu kan jelas siapa orangnya (yang dimaksud), ganti presiden, itu kampanye tetep," ujar Bagja.

Sebelumnya, Bupati Boyolali Seno Samodrodilaporkan ke Bawaslu karena dituding melanggar Pasal 282 juncto Pasal 386 juncto Pasal 547 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Pasal-pasal tersebut mengatur tentang netralitas ASN.

"Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 Pasal 282 (berbunyi) pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye," kata kuasa hukum Advokat Pendukung Prabowo, Hanfi Fajri di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). (Kompas.com/Tribunnews.com)

BERITA TERKAIT YANG POPULER

Baca: Viral Prabowo soal Tampang Boyolali, Sandiaga Minta Hal Itu Dilupakan, Ini Kata Tim Pemenangannya

Baca: Fahri Hamzah Tanggapi Tampang Boyolali, Sebut Niat Prabowo Baik, Tapi Rumus Politiknya Lain

Baca: Sutopo dan KASAD Bangga Sebagai Putra Boyolali, Hingga Jokowi Ungkap Keluarganya dari Boyolali

Baca: Ribuan Warga Boyolali Minta Prabowo Minta Maaf, Prabowo Ngaku Bingung Candaannya Dipersoalkan

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved