Sungai Batang Gadis Meluap, Agus Baru Tahu Rumahnya Hanyut pada Keesokan Hari
Agus mengaku bisa selamat karena mengungsi dari rumah sebelum banjir menerjang. Agus sendiri baru tahu bahwa rumahnya hanyut pada Kamis.
Penulis: Tulus IT |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara
TRIBUN-MEDAN.com, MANDAILING NATAL - Intensitas curah hujan yang tinggi sejak Rabu (7/11/2018), menyebabkan sejumlah daerah di Mandailingnatal terdampak banjir.
Selain banjir juga merendam sejumlah rumah warga, longsor juga terjadi di beberapa titik hingga sempat menyebabkan akses transportasi lumpuh.
Sekitar 13 kecamatan terdampak banjir, sekitar 78 unit rumah hanyut atau hancur dan 300 warga menjadi korban. Sebagian di antara mereka mengungsi ke rumah-rumah saudara atau kerabat. Sedangkan yang lain mengungsi ke Gedung Serbaguna Panyabungan, Mandailingnatal.
Satu di antara para pengungsi adalah Agus. Ia merupakan warga Kompleks Pinago, Kelurahan Pidoli, Kecamatan Panyabungan, Mandailingnatal.
Rumah Agus yang berada tak jauh dari aliran Sungai Batang Gadis, hanyut diterjang banjir. Bersama istrinya, Agus terlihat sibuk mengais sisa-sisa harta yang tertinggal dari sapuan banjir.
Agus mengaku bisa selamat karena mengungsi dari rumah sebelum banjir menerjang. Agus sendiri baru tahu bahwa rumahnya hanyut pada Kamis (8/11/2018) pagi.
"Saat ada tanda-tanda air naik, kami sama istri dan anak pergi keluar rumah. Baru tadi pagi tahu kalau rumah saya hanyut," kata Agus.
Baca: Lalu Lintas Lumpuh Total, Sungai Batang Gadis Meluap Hancurkan Jalan Penghubung Sumut-Sumbar
Baca: 400 Orang Mengungsi Akibat Banjir, BPBD Sumut Kirim Alat Berat Atasi Jembatan Putus di Madina
Baca: VIDEO: Banjir Bandang di Madina, Jalan dan Rumah Rusak Parah hingga Polisi Evakuasi Warga
Agus tidak sendiri. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Pelaksana BPBD Mandailingnatal Yasir, sekitar 300 hingga 400 warga dari 13 kecamatan di Mandailingnatal, turut terdampak banjir.
"Yang terdampak kira-kira untuk rumah ada 78 yang hanyut atau rusak. Kalau pengungsi sekitar 300 lebih atau 400. Itu masih dikondisikan di rumah keluarga, belum (ditempatkan di posko pengungsian) karena sulit ke sana mengingat banyaknya titik longsor di Batangnatal dan Linggabayu. Sekarang masih pengerjaan, hanya baru beberapa titik yang selesai," kata Yasir.
Selain merendam dan menghayutkan puluhan rumah, banjir juga merusak fasilitas umum seperti ruas jalan jalur Panyabungan-Kotanopan, Mandailingnatal.
Saat ini, sejumlah unit alat berat sudah diturunkan ke lokasi. Namun, hanya kendaraan tertentu yang bisa melintas. Seperti diketahui, jalan tersebut juga menghubungkan Sumut-Sumbar.
"Masih dalam pengerjaan, kendaraan kecil saja yang baru bisa lewat," kata Yasir.
Yasir mengatakan, pihaknya masih menanggulangi beberapa titik banjir serta longsor yang memutus akses sejumlah daerah di Mandailingnatal.
Namun demikian, Yasir mengatakan hingga saat ini belum memeroleh laporan korban jiwa meninggal dunia. Sedangkan kerugian materi sedang dalam pendataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akses-jalan-panyabungan-kotanopan-yang-terputus-di-terjang-banjir_20181108_123947.jpg)