Gedung Juang 45 Medan Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Dari Gedung Juang 45 Medan inilah, dirancang rencana untuk memenangkan pertempuran Medan Area oleh Pahlawan Achmad Tahir
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gedung Juang 45 berada di Jalan Pemuda No 17 Medan. Merupakan sebuah gedung yang memiliki nilai sejarah yang panjang. Dimana gedung ini memiliki nilai sejarah, karena disinilah berhimpun para pejuang dan tentara Indonesia.
Dalam Gedung Juang 45 terdiri atas foto-foto dokumentasi berbagai peristiwa bersejarah yang berasal dari masa 1944-1949, seperti peristiwa Rapat Raksasa di lapangan IKADA, Bandung Lautan Api, dan pertempuran 10 November di Surabaya.
Selain itu, Gedung Juang 45 memiliki koleksi patung dada para pahlawan masa Pergerakan Kemerdekaan berjumlah 17 buah.
Dalam gedung, terdapat koleksi lukisan yang berkaitan dengan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi fisik. Serta mesin pembuat uang dan uang bersejarah perjalanan negara Indonesia.
Dari Gedung Juang 45 Medan inilah, dirancang rencana untuk memenangkan pertempuran Medan Area oleh Pahlawan Achmad Tahir.
Ketua Umum Harian Gedung Juang 45, Nurdin Lubis mengatakan dalam masa transisi sewaktu Jepang menyerah pada Belanda, para pejuang berkumpul di Gedung Juang 45 dan di rancanglah perlawanan terhadap Belanda, yang masuk melalui tentara sekutu.
"Pertempuran Medan Area dirancang di Gedung Juang 45," kata Nurdin, Senin (12/11/2018).
Ketua Umum Harian Gedung Juang 45, Nurdin Lubis menceritakan bahwa pertempuran Medan Area adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat yang di pimpin Achmad Tahir terhadap Sekutu yang terjadi di Medan, Sumatera Utara.
Pria Drummer Ini Bongkar Video Masa Lalu Via Vallen Pakai Rok Mini di Panggung, Kesal karena Hal Ini
Sosok Idris Pria Terseksi di Dunia 2018, Ungkap Rahasia Kebugaran Tubuh dan Pola Makannya
Lima Orang Kena Bacok, Bentrok Antar Anggota Organisasi Pecah di Pancurbatu
Pertempuran Medan Area merupakan bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia. Awalnya pada (9/10/1945) dibawah pimpinan T.E.D Kelly, pendaratan tentara sekutu Inggris diikuti oleh pasukan sekutu dan NICA yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan.
Kedatangan tentara sekutu dan NICA ternyata memancing berbagai insiden terjadi di Hotel yang terletak di Jalan Bali, Kota Medan, Sumatera Utara pada (13/10/1945).
Saat itu, seorang penghuni merampas dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai pemuda Indonesia.
Hal ini mengundang kemarahan pemuda Indonesia. Pada (13/10/1945) barisan pemuda dan TKR bertempur melawan Sekutu dan NICA dalam upaya merebut dan mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dari tangan Jepang.
Viral, Gadis Manado Akhirnya Dinikahi Guru SMP-nya Sendiri setelah Berpacaran 7 Tahun Lamanya
Ucapan Terakhir Jamal Khashoggi setelah Dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istambul
Inggris mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia agar menyerahkan senjata kepada Sekutu. Ultimatum ini tidak pernah dihiraukan.
Pada tanggal 1 Desember 1945, Sekutu memasang papan yang tertuliskan "Fixed Boundaries Medan Area" (batas resmi wilayah Medan) di berbagai pinggiran kota Medan. Tindakan Sekutu itu merupakan tantangan bagi para pemuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-umum-harian-gedung-juang-45-nurdin-lubis.jpg)