Warung Kopi Berkonsep Bebas Berinteraksi dengan Barista Hanya Ada di Me & (Me Dan)
Sebagian dari para pekerja freelancer juga memilih warung kopi untuk menyelesaikan pekerjaan
Bagi Anda yang tidak cocok minum kopi, di sink juga tersedia black tea dan green tea. Tunggu apa lagi, silakan kunjungi Me & yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Jadi Brand Kota Medan
Chief Executive Officer Me & Jaya Pranata mengungkapkan dirinya sudah melihat peluang lain untuk membuka cabang Me & di tempat lain.
"Inginnya Me & bisa menjadi brand. Konsepnya tetap sama yaitu berkabotasi dan mengedepankan interaksi," tutunya.
Sebagai owner, ia juga ingin mengembangkan para barista yang bekerja dengannya punya keahlian khusus.
"Barista kita tidak semua faham kopi. Ada yang dokter, psikolog dan mahasiswa. Saya ingin mereka bisa menghidupi dirinya sendiri dan berfikir bahwa barista bukan pekerjaan sampingan," terangnya.
Untuk itu, ia mengaku membuka diri jika barista yang bekerja ingin belajar pengembangan diri lain. Me & juga berfikir untuk membuat perlombaan Barista.
"Kita juga harus memikirkan unsur people. Jadi bukan sekadar invest, buka coffee shop terus lupa sama pengembangan para pekerja," tuturnya.
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/para-pengunjung-me-berbincang-dengan-barista-terkait-kopi-yang-mereka-pesan.jpg)