Dahnil Anzhar Sebut Kasusnya Dicari-cari, Tapi Kembalikan Rp 2 Miliar Sebelum Diperiksa Polisi

Polisi memeriksa Dahnil dalam kasus ini karena ia merupakan salah satu pihak yang menandatangani LPJ proposal yang diajukan PP Muhammadiyah

Dahnil Anzhar Sebut Kasusnya Dicari-cari, Tapi Kembalikan Rp 2 Miliar Sebelum Diperiksa Polisi
ANTARA/RENO ESNIR
Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Penyidik Direktorat Kriminal Umum melakukan pemeriksaan terhadap Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai saksi terkait kasus berita bohong untuk tersangka Ratna Sarumpaet. 

TRIBUN-MEDAN.com-Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dipanggil polisi untuk diperiksa sebagi saksi adanya dugaan kasus korupsi kemah Pemuda Islam Indonesia 2017.

Dahnil dan Ketua Panitia Kegiatan dari Muhammadiyah, yaitu Ahmad Fanani memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut pada Jumat (23/11/2018) lalu.

Polisi memeriksa Dahnil dalam kasus ini karena ia merupakan salah satu pihak yang menandatangani laporan pertanggungjawaban (LPJ) proposal yang diajukan PP Muhammadiyah untuk acara.

Adapun LPJ tersebut bernilai anggaran Rp 2,7 miliar.

Kasus diperiksa polisi bermula dari laporan sejumlah pihak yang mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan yang menggunakan dana APBN Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI tahun anggaran 2017 tersebut.

Saat menghadiri pemeriksaan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemanggilannya sebagai saksi kasus dugaan korupsi kegiatan kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 sebagai sesuatu yang dicari-cari dan merupakan konsekuensi sikapnya mengkritik pemerintah.

"Yang jelas saya sejak awal paham betul konsekuensi dari sikap saya mengkritisi pemerintah, kemudian bersikap terhadap pemerintah. Jadi saya termasuk terhadap pihak aparatur keamanan. Jadi kemudian sekarang gak tahu dicari-cari apa, nanti kita lihat masyarakat yang akan menilai," kata Dahnil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Dahnil menambahkan, kegiatan kemah yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 itu diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia dan melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.

"Tapi anehnya cuma kami yang diperiksa dan dicari-cari. Yang kedua, saya paham sekali ini konsekuensi dari sikap saya selama ini. Jadi udah dicari-carilah. Tapi nanti kita lihat pemeriksaannya bagaimana, kita tunggu saja," kata dia.

Kasus dugaan korupsi itu telah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan setelah polisi menemukan unsur pidana di dalamnya. Dalam tahap penyelidikan perkara, polisi telah memanggil sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved