Sutet PLN Sambar Kapal Nelayan, Satu dari Sembilan Orang Hilang saat Kapal Meledak
Satu dari sembilan Nelayan, Muhammad Ilham (41) warga Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara tenggelam.
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT-Sembilan orang nelayan menjadi korban kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Sungai Serapuh, Kabupaten Langkat.
Kesembilan nelayan menjadi korban ketika melintasi sungai Serapuh yang diatasnya terdapat kabel Sutet melintang, tepatnya di Dusun V, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura.
Satu dari sembilan nelayan, Muhammad Ilham (41) warga Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara tenggelam.
Hingga kini Senin malam (3/12/2018), Ilham masih belum ditemukan.
Kesaksian korban yang selamat, Fauzir Rahman (35) nelayan Pangkalan Susu (pengemudi kapal) serta Muhammad Jali (57) Warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Stabat, bahwa pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 rombongan mereka berjumlah sembilan orang berlayar.
Kabar Terbaru Ratna Sarumpaet - Polda Metro Jaya Perpanjang 30 Hari Masa Penahanan Ratna Sarumpaet
Perkembangan Kasus Pencurian Uang Rp 150 Juta di Jok Motor, Sisa Rp 45 Juta Dikirim ke Rekening Desa
Mereka bertujuan memancing ke tengah laut dan pulang keesokan harinya.
Saat melintas di Sungai Serapuh, Dusun V Pangkal Pasar, Desa Pulau Banyak, boat yang mereka tumpangi akan melintas di bawah jembatan gantung.
Boat mereka tersangkut kabel jaringan Saluran Tegangan Tinggi (STT) milik PT PLN yang melintang, dengan kondisi telanjang dan kendur.
"Saat air pasang, boat (kapal) kami yang memiliki antena setinggi 1 meter tersangkut di kabel listrik tersebut, hingga menimbulkan percikan api yang menyambar ke boat," kata Fauzir Rahman.
Petaka pun berlanjut. Satu mesin dompeng boat 28 PK yang mereka tumpangi tiba-tiba meledak. Saat itu juga empat penumpang boat terpental ke sungai, sisanya masih bertahan di dalam boat.
Detik-detik Mesin Pesawat Pecah, Ratusan Penumpang Histeris Minta Tolong
Terkenang Didi Petet, Epy Kusnandar Teteskan Air Mata
Tiga dari empat orang yang terpental berhasil menyelamatkan diri, berenang ke tepi sungai.
Sementara, Muhammad Ilham. Tak kunjung muncul ke permukaan, tenggelam. Hingga malam hari ini belum ditemukan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Kasi Kedaruratan BPBD Langkat, Soegino mengatakan, saat ini tim speed boat yaitu perahu karet sudah di terjunkan, guna mencari korban tenggelam.
Pencarian akan dilakukan hingga korban ditemukan.
"Saat ini tim perahu karet (speed boat 40 PK) sedang mencari dan membuat gelombang ombak untuk mencari korban yang diduga tenggelam di dasar sungai," kata Soegiono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/boat-nelayan-meledak.jpg)