Penjelasan Pakar: Makanan Pedas, Mulut Terbakar, Keluarnya juga Panas, Hindarkan Hal Ini
Selain membuat mulut terasa terbakar, makanan pedas juga membuat anus terasa panas ketika buang air besar keesokan harinya.
Pedas tak bisa dipungkiri menimbulkan sensasi rasa baru dalam makanan.
Apalagi jika sensasi ini didapat dari berbagai jenis rempah yang beragam.
Sayangnya, keragaman rasa ini di Eropa sekitar tahun 1.600-an dipandang sebagai sesuatu yang tak beradab, seperti yang ditulis oleh Maanvi Singh dalam bukunya The Salt.
Orang Eropa pada saat itu mengubah standar makanan mewah pada yang berfokus dengan esensi paling murni dari bahan dasarnya.
Peran budaya inilah yang menentukan bagaimana suatu masyarakat merespon rasa makanan, termasuk pedas.
Seperti kebanyakan hewan, manusia menggunakan rasa sebagai cara untuk menentukan apa yang aman untuk dimakan.
Begitu kita terbiasa dengan sebuah rasa tertentu, kita cenderung akan lebih menyukainya.
Inilah yang kemudian menjadi alasan kuat mengapa kita sebagai orang Indonesia makin menyukai rasa pedas dari makanan.
Bahkan, ada rasa yang kurang ketika kita tidak mengonsumsi makanan pedas.
Sensasi Tersendiri
Di masa sekarang, kita punya banyak alasan untuk menyantap hidangan pedas.
Mulai dari adrenalin yang terpacu atau hanya karena ingin.
Selain itu, reaksi fisiologis terhadap makanan pedas juga terjadi dari hasil aktivasi sensor temperatur dalam mulut.
Tubuh akan bereaksi seolah-olah terbakar. Anda akan berkeringat, memerah, bahkan mungkin muntah akibat makanan pedas.
Sensasi ini memicu pengalaman intens yang dianggap bagian dari daya tarik makanan pedas.
Namun, banyak orang mengeluhkan efek dari memakan makanan pedas.
Selain membuat mulut terasa terbakar, makanan pedas juga membuat anus terasa panas ketika buang air besar keesokan harinya.
Luigi Basso, MD, seorang koloproktologis dan pakar bedah laparoskopi di Sapienza University of Rome, Italia, menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh zat yang membuat makanan terasa pedas.
Zat yang disebut capsaicin ini bukanlah nutrisi sehingga ketika dimakan, tubuh tidak menyerapnya.
Alhasil, zat ini keluar lagi dari tubuh bersama kotoran.
“Dan karena bagian akhir dari wilayah anal –dubur dan anus- dilapisi oleh sel yang mirip dengan mulut, makanan pedas bisa terasa sama panasnya ketika keluar dengan ketika masuk,” kata Basso seperti dilansir dari Men’s Health, 29 Oktober 2015.
Kondisi ini, tambah Basso, juga lebih sering dialami oleh orang-orang dengan irritable bowel syndrome, wasir, dan masalah-masalah pencernaan lainnya.
Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh makan makanan pedas sama sekali bila memiliki kondisi-kondisi di atas.
Ikuti tips-tips di bawah ini untuk meminimalkan rasa anus terbakar usai makan makanan pedas:
1. Hindari makanan pedas yang terlalu berlemak
Profesor pengobatan di University of South Alabama Brooks D Cash, MD, berkata bahwa kombinasi pedas dan lemak yang berlebih bisa membuat buang air besar Anda pada keesokan harinya bak penderitaan.
Pasalnya, lemak dicerna menggunakan garam empedu dan kelebihannya bisa membuat kulit di sekitar anus iritasi.
2. Mencuci dubur usai buang air besar
Anda jangan tertawa. Steven D Wexner, MD, direktur Digestive Disease Center di Cleveland Clinic Florida benar-benar menyarankan Anda untuk menjaga dubur tetap bersih dan kering usai makan makanan pedas untuk mengurangi rasa terbakar dan gatal-gatal.
Cara mencuci dubur yang baik, ujar Wexner dan Arnold Wald MD dari University of Wisconsin Madison, adalah dengan menggunakan sabun yang lembut dan air hangat.
Setelah dicuci, aplikasikan krim yang mengandung calamine pada anus untuk mengurangi ketidaknyamanan Anda.
Meski demikian, Wexner juga menyarankan Anda untuk konsultasi ke dokter bila rasa terbakar usai buang air besar berlangsung terus menerus.
Hal ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius, seperti infeksi atau bahkan kanker.
3. Makan cabai tiga minggu berturut-turut
Hal ini mungkin terdengar gila, tetapi Sutep Gonlachanvit, MD, ketua divisi gastroenterologi di Chulalongkorn University, Thailand, menyarankan Anda untuk terus-terusan makan makanan pedas selama tiga minggu, walaupun mengalami diare dan rasa terbakar.
Latihan spartan ini dilakukan untuk menciptakan efek desensitisasi atau penurunan sensasi dubur.
Dalam penelitiannya, orang-orang yang mengonsumsi 2,1 gram cabai per hari atau sekitar 1,25 sendok teh cabai bubuk selama tiga minggu tidak lagi mengalami rasa terbakar yang luar biasa ketika buang air besar.
Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com berjudul "Kenapa Banyak Orang Suka Makanan Pedas?" dan "Makanan Pedas: Kenapa Masuknya Panas, Keluarnya Juga Panas?"
Penulis : Shierine Wangsa Wibawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cabai-california-reaper_20180414_144336.jpg)