Breaking News:

Dr Farhat: Empat Faktor Penyebab Kanker Nasofaring, Di antaranya Ikan Asin!

Karsinoma nasofaring merupakan kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Prof. Bambang Hermani (kiri), Dr Farhat, Prof. Anne Wing-Mui Lee dan Dr. Marlinda Adham, Sp.T.H.T.K.L(K), Ph.D saat jadi pembicara di 1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara, Kamis sore (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Mengonsumsi banyak ikan asin bisa menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring.

Hal ini dikarenakan salah satu zat yang terkandung dalam ikan asin yang disebut nitrosamin dapat menjadi faktor pemicu timbulnya kanker nasofaring.

Hal ini diungkapkan oleh pakar karsinoma nasofaring Dr. dr. Farhat, M.Ked Sp. THT.KL saat menjadi pembicara pada event 1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara, Kamis sore (6/12/2018).

Karsinoma nasofaring merupakan kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Terkait penyakit ini, Dr Farhat menjelaskan bahwa ada 4 faktor yang bisa menjadi penyebab timbulnya Karsinoma nasofaring.

"Ada 4 faktor, pertama faktornya genetik, kedua, infeksi virus yang namanya Epstein-Barr (EBV), ketiga faktor makanan, dan keempat faktor lingkungan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Dr Farhat, terkait dengan Faktor makanan, salah satunya adalah ikan asin. Mengapa ikan asin? Kata Dr Farhat karena didalam ikan asin terkandung Nitrosamin yang adalah suatu zat yang karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker.

Sambung Dr Farhat, zat nitrosamin tersebut bukan hanya terkandung di ikan asin saja, pada makanan lain seperti daging yang diasapkan oleh orang Eskimo, itu juga membuat suatu keadaan zat nitrosamin ya menjadi tinggi pada daging tersebut dan dapat berbahaya karena bisa memicu kanker.

"Faktor makanan tadi diulas itu ikan asin. Ikan asin itu ada zat namanya Nitrosamin. Tapi bukan di ikan asin saja, pada Daging yang diasapkan oleh orang Eskimo, itu juga tinggi nitrosaminnya. Jadi itu juga bahaya," terangnya.

Namun Dr Farhat menegaskan, minimal harus ada dua atau lebih pemicu dari 4 faktor tersebut sehingga bisa membuat seseorang terkena kanker nasofaring. Tanpa dua atau lebih faktor pemicu maka peluang terkena kanker tersebut semakin kecil.

"Kapan (penyakit) itu terjadi? Dia tidak bisa cuma karena makan ikan asin banyak-banyak, tapi jika genetik tidak mendukung penyakit itu tidak bisa datang. Meski ada dua faktor atau lebih baru penyakit itu datang," jelasnyanya.

Karena itu Dr Farhat pun menyarankan kepada hadirin khususnya mahasiswa agar ketika menjadi orangtua menghindari faktor pemicu kanker nasofaring bagi anaknya, khususnya kepada anak kecil.

Sekadar informasi, Setelah sukses menggelar 1st National Conference of Nasopharyngeal Carcinoma yang berlangsung di Toba Beach Hotel Pulau Samosir, 18-20 Oktober 2018 lalu, Pusat Unggulan Iptek Karsinoma Nasofaring Universitas Sumatera Utara (PUI KNF USU) akan menggelar acara lanjutan yang lebih luas jangkauan dan skala kegiatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved