Pajus Kian Tertata Rapi dan Komplet, Edwin Renaldo Berharap Pemerintah Perhatikan Pasar Tradisional

Kepanjangan Pajus itu dulunya Pajak USU, tapi sekarang kepanjangan Pajus itu Pajak untuk semua. Kalau kita, orang Medan bilang pasar itu pajak.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Direktur Pasar Pajus, Edwin Renaldo atau yang kerab disapa dengan sebutan Aseng Pajus (baju hitam kotak-kotak) bersama tim, berpose di depan Musala yang berada di dalam Pajus. 

Ia mengatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan biro perjalanan agar wisatawan dari luar kota dan luar negeri dapat singgah ke Pajus. "Terlepas wisatawan mau berbelanja atau tidak berbelanja, karena saya mau jadikan Pajus ini sebagai salah satu ikon Kota Medan. Kita bisa bilang kalau belum ke Pajus berarti belum ke Medan," ucapnya.

Ia berharap Pajus semakin berjaya, maju, dan lebih sukses dengan semakin meningkatnya pengunjung, sehingga menambah penghasilan para pedagang.

Produk Selalu Update

Kemudahan membayar melalui teknologi semakin berkembang di Tanah Air.

Direktur Pasar Pajus, Edwin Renaldo atau yang kerab disapa dengan sebutan Aseng Pajus mengatakan kini di Pajus juga sudah dapat menggunakan sistem pembayaran dengan teknologi QR Code (Quick Response Code) atau QR Payment di aplikasi Your All Payment (Yap!) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero).

"Selain transaksi dari mesin EDC, tunai, konsumen juga sudah bisa bertransaksi pakai YAP. Kita juga menyediakan beragam fasilitas yakni Musala, ATM (Automatic Teller Machine) Bank, Kantin, Kamar Mandi, dan sebagainya," ucap Aseng.

Ia mengakui tak hanya persaingan toko offline namun kini semakin banyak juga para penjual online yang bersaing di pasaran. "Nantinya kita akan membuat aplikasi untuk membangun Pajus sehingga dagangan yang di Pajus ini bisa dibelanjakan melalui online juga. Kita juga akan antarkan produknya untuk wilayah Kota Medan," tambahnya.

Menurut Aseng, dalam waktu dekat Pajus juga akan melebarkan sayapnya ke daerah Mandala By Pass. "Kita mau buat Pajus lagi di daerah Mandala By Pass dalam waktu dekat," ucapnya.

Pajus buka setiap hari mulai Pukul 09.00 WIB hingga Pukul 19.00 WIB.

Diakui Aseng, Pasar Tradisional dapat kalah saing dengan mall, meskipun begitu, ia berharap pemerintah juga dapat lebih memberi perhatian lebih dengan keberadaan pasar tradisional ini.

"Agar tetap eksis dan bertahan dalam hal persaingan pasar sejenis, kita selalu kreatif, berinovasi, produk-produk yang dijual itu selalu update dan mengikuti tren. Bagi seluruh masyarakat, mari belanja ke Pajus, semua kebutuhan sudah ada di sini, kualitas produk terjamin, harga produk juga terjangkau," kata Aseng.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved