Gadis Mungil Ini Dirudapaksa Hingga Tewas, Dikubur di Kebun Tebu dan Ditemukan Tinggal Tulang

Dalam pengakuannya dia membunuh RA dengan cara mencekik, namun sebelumnya Wagirin terlebih dahulu memperkosa RA.

Tayang:
Facebook/Gerbangsumatera88
Pencarian makam RA gadis 15 tahun dan foto semasa hidup 

Namun keluarga merasa janggal dan heran, karena ketika keluarga lain menelpon korban, terdapat informasi yang berbeda.

Korban menyampaikan bahwa mereka sedang berhenti di kebun sawit, sekitar pukul 18.00. "Saya curiga keduanya kasih informasi berbeda," kata paman korban, NU.

Tiga hari kemudian, keluarga korban pun kembali berkomunikasi dengan Wagiran, namun Wagiran saat itu menyampaikan bahwa sedang ada masalah sinyal.

"Pelaku mengaku sinyal disana tidak ada," ungkapnya seraya mengatakan keluarga masih berusaha mencari keberadaan korban.

Hingga akhirnya, mendapatkan informasi keponakannya telah meninggal pada Jumat (7/12). 

Viral Dua Sejoli Menikah di Rumah Sakit, Kaki Pengantin Wanita Sempat Terancam Diamputasi

Pungli Izin Usaha Perkebunan, Arseh Hasibuan Diputus Satu Tahun Dua Bulan

Pelaku Perkosa dan Bunuh Korban Karena Sakit Hati

Setelah ditangkap polisi, dan dilakukan pemeriksaan, Wagiran yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka mengakui perbuatannya dikarenakan khilaf dan sakit hati terhadap korban.

”Pertamanya saya bawa keliling dulu, di perjalanan saya katakan ke dia kalau saya suka, tiga kali mengatakan suka sama dia tapi ditolak, dia bilang kalau saya ini jelek dan hitam,” katanya.

Dijelaskannya, dirinya sakit hati atas ucapan korban, dan korban dibawa tersangka ke tempat kejadian peristiwa (TKP) lalu mencekik dan memperkosa korban.

”Setelah saya perkosa saya cekik lagi, dan mayatnya saya gendong lalu di kubur di perkebunan. Saya menggali tanah menggunakan kayu dan  saya lari ke Lampung Timur,” jelasnya.

Kapolsek Sungkai Selatan, AKP Yaya Karyadi menerangkan jika pihaknya mencokok tersangka di tempat pelariannya Kecamatan Lambuhan Maringgai, Lampung Timur.

”Penangkapan tersangka berkat kerja sama dengan Kepala Desa dan masyarakat," ujarnya.

Ia pun menuturkan bahwa mereka sejak 30 September 2018 lalu sudah melakukan pencarian. 

"Dilaporkan di Polsek sejak 30 September 2018 lalu. Lalu kami langsung fokus dan mengungkap hal tersebut berdasarkan keterangan tersangka dia melakukannya seorang diri," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved