Di Kecamatan Terbaik, Warga Bentangkan Spanduk 'Selamat Datang di Kampung Limbah B3'

warga setempat mengatakan spanduk tersebut dipasang sebagai bentuk perlawanan atas ancaman kesehatan

Di Kecamatan Terbaik, Warga Bentangkan Spanduk 'Selamat Datang di Kampung Limbah B3'
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Warga membentangkan spanduk Kecamatan Parmaksian, Tobasa memasang spanduk "Selamat Datang di Kampung Limbah B3", Selasa (11/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, PORSEA -Sejumlah warga di sekitar lokasi Pabrik PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Kecamatan Parmaksian, Tobasa memasang spanduk "Selamat Datang di Kampung Limbah B3", Selasa (11/12/2015).

Rudi Napitupulu, warga setempat mengatakan spanduk tersebut dipasang sebagai bentuk perlawanan atas ancaman kesehatan kepada mereka selama puluhan tahun.

"Kami tidak tahan mencium bau busuk setiap detik dan kami pikir itu berbahaya kepada perkembangan keturunan kami,"ujar Rudy yang selama ini gencar menyoroti persoalan lingkungan di Kawasan Danau Toba.

Menurut Rudy, terkait kondisi terakhir tidak ada tanggapan dari Perusahan dan Dinas Lingkungan Hidup. karena, kata Rudy jarak terdekat penampunggan atau landfil limbah Beracun, Berbahaya ke pemukiman penduduk hanya lima meter dan dari kawasan padat penduduk 25-50 meter.

Bahkan ada yang hanya berjarak 30 Cm ke rumah warga di Desa Tangga Batu I Dusun Lumban Manurung Desa Pangombusan Kecamatan Parmaksian Tobasa.

Seperti Burhan Marpaung, Warga Desa Tangga Batu I merupakan satu dari korban limbah. Bila warga yang lain masih ada yang berjarak 30 atau bahkan 10 meter, menurutnya jarak rumah Burhan dengan limbah 30 senti meter saja.

Padahal, jarak penyusunan Amdalnya penempatan landfill harus 500 meter dari pemukiman umum dan sumber air. Artinya tidak seperti prosedur yang seharusnya tertera pada aturan.

"Dan yang ada di sana, ada yang 30 senti meter. Jarak terdekat landfil ke pemukiman penduduk malah lima meter dan dari kawasan padat penduduk 25-50 meter,"tambahnya.

Juga sesuai peraturan lingkungan hidup, seharusnya bahwa jarak dari landfil itu tidak dianggap sebagai pemukiman kalau hanya ada satu rumah. Padahal lebih dari 120 Kepala Keluarga (KK) yang ada tinggal tdak jauh daei sekitar penampungan landfil.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved