Inilah Jalan 'Tercantik' di Sumut, Ruas Jalan Batugajah Humbahas - Batas Pakpak Bharat
Ruas jalan ini hanya sepanjang 7 KM dari Batugajah, Desa Sion Julu hingga ke Perbatasan Pakpak Bharat.
Selain gugusan pegunungan, lembah dan sungai, di Kecamatan Parlilitan, terkenal pula di Desa Sionom Hudon Timur, Pearaja markas Sisingamangaraja, Makam Putri Lopian dan Panglima Sisingamangaraja.
Kecamatan ini memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Simonggo yang setiap hari minggu atau akhir pekan ramai di kunjungi warga luar daerah.
Parlilitan dan Tarabintang memiliki banyak potensi sumber daya alam yang sangat bagus.
Potensi sumber daya alam sangat mendukung berkembangnya sektor-sektor di daerah tersebut, salah satunya adalah sektor pariwisata.
Objek wisata di Parlilitan dan Tarabintang adalah objek wisata alam dan objek wisata sejarah.
Akan tetapi sektor pariwisata di daerah ini belum mendapat penanganan yang maksimal sehingga para touris belum begitu melirik potensi alamnya.
Jika dikelola dan dikembangkan dengan baik view dan keindahan panorama alam yang banyak terdapat di daerah ini, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengunjungi daerah ini sebagai tujuan rekreasi atau tamasya wisata.
Beberapa potensi wisata alam dan sejarah yang ada di Parlilitan dan Tarabintang, antara lain:
- Lokasi Pemenangan Raja Sisingamangaraja di Sionom Hudon.
- Tempat Pemandian Sisingamangaraja di Aek Sibulbulon.
- Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, Putri Lopian dan Seorang Panglimanya.
- Situs Legenda Telapak Kaki Batu dan Ular Batu.
- Situs Dua Batu Gantung yang Dikisahkan Dahulunya Dua Sepasang Gajah
- Pemandangan yang indah di atas Delleng Simpon yang dibangun oleh Belanda saat masa penjajahan.
- Kolam air kecil di atas pegunungan Delleng Simpon yang Sejarahnya Disebut Air Mata Boru Tinambunan nan Cantik.
- Air Terjun, Tempat Rekreasi, Pemandian, Arung Jeram Sungai Simonggo
- Legenda Ular Batu di Tarabintang. Dan banyak lagi wisata alam lainnya.
3. Aspek Sosial Budaya
Dari aspek sosial budaya, keberadaan ruas jalan ini akan membuka cakrawala masyarakat yang dapat menjadi wahana perubahan sosial, membangun toleransi, dan mencairkan sekat budaya, khususnya bagi etnis Pakpak.
Etnis Pakpak terdiri atas lima subetnis, yaitu Klasen, Simsim, Boang, Pegagan, dan Kepas.
Etnis Pakpak selain banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat, mereka juga berdomisili di wilayah Parlilitan dan Tarabintang yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas, Barus yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam jumlah yang tidak sedikit orang Pakpak juga bermukim di wilayah Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, yang disebut sebagai Pakpak Boang.
Secara geografis sebenarnya komunitas Pakpak-Dairi berada dalam satu wilayah, tapi secara administrasi pemerintahan tersebar dalam beberapa kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Singkel, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Sabulusalam Aceh.
4. Aspek Lingkungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-di-delleng-simpon.jpg)