Breaking News:

Caleg Cantik Dara Nasution asal Siantar Optimistis meski Larangan Poligami PSI Dapat Penolakan

"Kita optimistis di negara ini masih ada orang-orang yang progresif, satu visi dan misi dengan PSI soal larangan poligami," imbuhnya.

Editor: Tariden Turnip
psi.id
Caleg PSI Dara AK Nasution kelahiran Siantar 

TRIBUN-MEDAN.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kukuh mempertahankan ide pelarangan poligami bagi PNS/ASN dan pejabat publik meski mendapat banyak penolakan sejak wacana ini diperkenalkan.

Bahkan PSI tidak takut larangan poligami yang diperjuangkan akan ditolak oleh partai politik lainnya maupun kelompok masyarakat dan akan menggerus suara partai jelang pemilihan legislatif 2019.

"PSI merasa ini justru langkah yang harus kita perjuangkan. Kita enggak butuh suara elektoral yang tinggi, cukup empat persen saja, namun perjuangan melawan Undang-Undang yang diskriminasi terus dipertahankan," kata Juru Bicara PSI Dara A K Nasution dalam diskusi bertajuk "Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?" di Jakarta, Sabtu (15/12/2018).

Caleg yang memiliki nama lengkap Dara Adinda Kesuma Nasution SSos lahir di Pematangsiantar pada 4 Agustus 1995, maju dari Dapil Sumatera Utara III meliputi: Kab. Langkat, Kab. Karo, Kab. Simalungun, Kab. Asahan, Kab. Dairi, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Batu Bara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, Kota Binjai.

Dara menempuh pendidikan S1 di Universitas Indonesia tahun 2013-2017.

Dara menambahkan, meskipun larangan poligami yang diperjuangkan menimbulkan sejumlah penolakan, namun PSI yakin masih ada masyarakat yang progresif dan optimistis.

"Kita optimistis di negara ini masih ada orang-orang yang progresif, satu visi dan misi dengan PSI soal larangan poligami," imbuhnya.

Sebab, kata Dara, praktik poligami di Indonesia selama ini berujung pada kesengsaraan.

Untuk itu, PSI menilai masalah sosial ini sudah mengkhawatirkan dan ingin mewakili suara perempuan Indonesia yang terdiskriminasi.

"Untuk menjadi bangsa yang kuat harusnya tidak ada diskriminasi. Kami yakin para perempuan di Indonesia juga mendukung kami," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved