PASI Sumut Andalkan Atlet Asian Games 2018 untuk Bertarung pada PON Papua
Suharjo juga mengatakan, di luar empat atlet tersebut, sebenarnya juga ada atlet lain di nomor jalan cepat
Penulis: Chandra Simarmata |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Sumatera Utara (PASI Sumut) masih belum menentukan target total jumlah atlet yang akan berlaga di PON 2020 Papua.
Tapi PASI Sumut menargetkan keempat atletnya yang sebelumnya berlaga di Asian Games 2018 akan mampu lolos pra PON 2019 dan bisa mengikuti PON 2020 di Papua.
Mereka adalah Abdul Hafiz di nomor lempar lembing putra, Welman di nomor lari, Agustina Manik di nomor lari 800 meter, dan Prety Sihite di nomor lari 3.000 meter halang rintang (steeplechase).
"Paling Target yang sudah ada di depan mata itu yang ikut pelatnas Asian Games kemarin itu ada 4 orang (Hafiz, Welman, Agustina, dan Prety). Mudah-mudahan itu lolos lah. Kalau lihat hasil sebelumnya sudah masuk dia, tapi itu kan hasil tahun 2017 dan 2018. Sementara limit ini kan diakui mulai event Januari-Desember 2019," ujarnya Kamis sore (27/12/2018).
Lebih lanjut, Suharjo juga mengatakan, di luar empat atlet tersebut, sebenarnya juga ada atlet lain di nomor jalan cepat yang ditargetkan untuk bisa lolos di pra PON 2019. Tapi menurut Suharjo prestasi atlet di nomor tersebut sempat menurun. Namun jika tidak melewati limit PON, dia tetap berharap atlet tersebut turut mampu lolos pra PON 2019 melalui rangking dan ikut PON 2020 nantinya.
"Jalan cepat pun gak banyak peminatnya secara nasional. Mudah-mudahan dia masuk rangking (lolos), Syukur," terangnya.
Saat ditanya apakah PASI SUMUT akan menurunkan pelatih khusus atau pelatih asing untuk menambah tenaga pelatih yang akan membina atlet PASI Sumut dalsm menghadapi pra PON 2019 maupun PON di Papua, Suharjo mengatakan bahwa rencana tersebut belum ada. Pasalnya mengingat finansial PASI Sumut, menurut Suharjo belum mencukupi jika harus sampai menurunkan pelatih asing.
Karena itu PASI Sumut juga berharap nantinya terkait hal tersebut bisa didapatkan dari KONI Sumut.
Bahkan jika nantinya KONI Sumut berniat memberikan tambahan pelatih asing maka hal itu akan sangat disyukuri oleh PASI Sumut.
"Kalau dari pendanaan (finansial) PASI Sumut nampaknya berat, karena mahal bayarnta. Tapi kalau nanti KONI Sumut ingin memberikan suplemen tenaga begitu (pelatih), kita bersyukur kali," tutupnya.
Atlet Harus Capai Limit Kualifikasi PON
Sebelumnya, Suharjo menjelaskan, Event Porwil se Sumatera yang akan digelar di Bengkulu menjadi salah satu ajang pra PON untuk para atlet PASI Sumut dalam mendapatkan tiket menuju PON 2020.
"Ya, Event untuk pra PON sebagai kualifikasi PON itu di samping Porwil Sumatera ada beberapa Kejurnas nanti yang digelar oleh PB PASI, yang eventnya itu berkelas Nasional. Atau eventnya resmi dan diakui PB PASI," ujarnya Kamis (27/12/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suharjo.jpg)