Tupolev Tu-144 Jadi Pesawat Supersonik Sipil Pertama, Kado Tahun Baru Uni Soviet di Tahun 1967
Pesawat supersonik untuk penerbangan sipil pertama dunia sebenarnya adalah Tupolev Tu-144 milik Uni Soviet (kini Rusia).
Kecepatannya hampir sama dengan Concorde buatan Inggris dan Perancis.
2. Mengudara pada 31 Desember 1968
Pesawat pertama Tu-144 terbang pada tanggal 31 Desember 1968.
Tercatat dua bulan lebih awal dari Concorde. Keberhasilan penerbangan ini menjadi kado tahun baru bagi Uni Soviet ketika itu.
Selain itu, Tu-144 pertama kali mencapai kecepatan supersonik empat bulan lebih awal dari Concorde pada Juni 1969.
Penerbangan penumpang terjadwal dimulai pada 1977. Pesawat ini mengangkut surat antara Moskwa dan ibukota Kazakhtan, Alma-Ata (sekarang Almaty).

Dua tahun kemudian ia mengangkut penumpang pertamanya di rute yang sama. Penerbangan 3.200 kilometer memakan waktu sekitar dua jam, dua kali lebih cepat dari yang biasa.
Pembuat Tu-144 punya rencana besar untuk dalam pengembangan teknologi supersoniknya. Namun, pesawat ini kalah pamornya ketimbang Concorde.
Jalur udara pesawat ini terhubung dari Moskwa ke seluruh dunia termasuk Eropa, Jepang dan Kuba.
Dalam perjalanannya, pesawat ini mengeluarkan sonic boom yang dapat memecahkan kaca pada benda yang berada di bawah pesawat.
3. Meminta Bantuan Inggris
Pada 1977, beberapa sumber menyatakan bahwa Uni Soviet meminta bantuan negara Barat untuk membantu mereka dengan sistem manajemen mesin dan BAC-Aerospatiale untuk bantuan dalam mendesain pipa udara udara pada Tu-144.
Kemudian, pada 1978, mereka meminta lebih banyak lagi informasi mengenai teknologi Concorde seperti peralatan pemadam kebakaran hingga berbagai peralatan canggih.
Pemerintah Inggris memveto permintaan ini, karena teknologi itu dapat digunakan dalam pesawat militer dan dianggap berbahaya.
4. Masalah mulai timbul
